oleh

Yangsi, ‘Desa Kurcaci’ di Tiongkok yang Masih Jadi Misteri

Kabar6-Kondisi warga Desa Yangsi yang terletak di sudut barat daya terpencil Kabupaten Sichuan, Kota Sungai Dalam, Provinsi Sichuan, Tiongkok, hingga kini masih menyimpan misteri.

Daerah yang dikelilingi oleh pegunungan dan ladang yang luas ini, melansir Odditycentral, disebut ‘Desa Kurcaci’ karena ditinggali oleh penduduk yang sebagian besar bertubuh mini. Namun penyebab penduduk Desa Yangsi bertubuh mini ini pun masih menjadi misteri yang membingungkan para ilmuwan. Pada 2018, desa ini hanya memiliki sekira 80 penduduk tetap, dan sekira 40 persen dari populasi itu bertubuh mini.

Dikisahkan, suatu malam musim panas pada 1951, penyakit aneh melanda daerah itu. Beberapa penduduk setempat menderita penyakit misterius, yang terutama menyerang anak-anak berusia antara 5-7 tahun.

Anak-anak berhenti tumbuh dan tetap memiliki tinggi yang sama selama sisa hidup mereka. Selain ketidakmampuan untuk tumbuh lebih tinggi, beberapa pasien menderita cacat lain. ** Baca juga: Fukuda, ‘Wanita 7 Wajah’ Asal Jepang yang Jadi Buron 15 Tahun dan 20 Kali Ubah Identitas

Pada 1985, sebuah sensus menemukan sekira 119 kasus kurcaci di desa Yangsi. Rupanya, penyakit ini tidak berhenti pada pasien awal, tetapi juga diteruskan ke anak cucunya. Warga tertinggi berukuran sekira 117 cm, sedangkan yang terpendek hanya 64 cm. Para ahli mengatakan tingkat kerdil hanya dapat muncul pada tingkat 1 dari 20 ribu orang. Hal ini menyimpulkan bahwa apa yang terjadi di desa Yangsi adalah hal yang sangat tidak biasa dan misterius.

Para ilmuwan dan ahli mengunjungi desa Yangsi untuk mempelajari air, tanah, dan biji-bijian di daerah tersebut. Mereka juga memeriksa individu yang terkena dampak, berharap menemukan beberapa petunjuk.

Pada 1997, sebuah teori baru menunjukkan bahwa konsentrasi merkuri yang tinggi di tanah menyebabkan kondisi ini, namun hal itu belum terbukti. Pada akhirnya, para ahli tidak dapat menentukan penyebab di balik kondisi tersebut, dan tetap menjadi misteri hingga hari ini.

Otoritas Tiongkok masih mencegah orang asing mengakses Desa Yangsi, hingga hanya beberapa foto masyarakat adat dan desas-desus aneh yang menyebar. Tidak ada penjelasan ilmiah untuk fenomena ini, penduduk desa mulai percaya bahwa kekuatan jahat ada di belakangnya. Beberapa orang menyalahkan feng shui yang buruk.

Sementara yang lain berpendapat bahwa itu karena nenek moyang mereka tidak diberi penguburan yang layak sehingga sekarang keturunannya harus membayar harganya.

Namun, teori yang paling aneh adalah bahwa seorang pria bermarga Wang pernah menemukan kura-kura hitam dengan kaki yang aneh. Beberapa penduduk desa ingin melepaskannya tetapi akhirnya seseorang memanggang dan memakannya. Penduduk desa pum mulai percaya bahwa makan daging kura-kura menyebabkan mereka dihukum.

Sementara yang lain menyalahkan gas beracun yang ditinggalkan oleh Jepang setelah menginvasi Tiongkok bertahun-tahun lalu. Faktanya, tentara Jepang belum pernah ke Desa Yangsi.

Menurut laporan, generasi muda desa tampaknya tidak lagi terpengaruh oleh fenomena kurcaci yang aneh ini. Itu berarti bahwa kita mungkin tidak pernah tahu penyebab sebenarnya tubuh kurcaci di Desa Yangsi. Ya, hingga kini tetap menjadi misteri yang belum terpecahkan.(ilj/bbs)

Print Friendly, PDF & Email