oleh

Warga Rawa Rengas : Jangan Janji Terus

Kabar6-Warga Desa Rawa Rengas, Kecamatan Kosambi, Kabupaten Tangerang, meminta Tim Pelaksa pembebasan lahan runway 3 Bandara Soekarno- Hatta (Soetta), agar mengirimkan surat undangan resmi, terkait pertemuan yang akan digelar Kamis 29 Maret 2017 mendatang.

Ketua Aliansi Masyarakat Rawa Rengas (AMR) Muhidin mengatakan, surat undangan resmi itu sangat dibutuhkan warga untuk dijadikan sebagai dokumentasi atau bukti bahwa mereka pernah ikut serta dalam pertemuan dengan Tim Pelaksana.

Pasalnya, saat ini warga sudah tidak percaya dengan janji- janji manis yang dilontarkan oleh Tim Pelaksana, mengenai ganti rugi yang layak atas tanahnya.

“Semuanya bohong. Kami sudah enggak percaya, selama ini kami cuma dapat janji manis doang. Katanya dalam setiap pertemuan dengan warga, Tim Pelaksana akan bayar tanah warga dengan harga layak, buktinya mana. Untuk itu, kami minta surat undangan resmi dari Tim Pelaksana,” ungkap Muhidin, kepada Kabar6.com, Minggu (26/03/17).

Sebenarnya, kata Muhidin, dari awal warga Rawa Rengas menolak keras rencana penggusuran tersebut.

Namun, karena Tim Pelaksana yang terdiri dari PT Angkasa Pura II, Badan Pertanahan Nasional (BPN) dan Pemerintah Daerah, terus memberikan harapan dan iming- iming kepada warga bahwa tanahnya akan dibayar dengan harga layak, maka warga mau mengikuti keinginan mereka.

“Buktinya sekarang apa. Tanah warga mau dibayar dengan harga sangat murah. Mereka, sudah ingkar dengan janji yang pernah diucapnya,” katanya.

Ditambahkannya, janji harga tanah yang layak dari Tim Pelaksana, kerap dilontarkan dalam rapat sosialisasi publik yang dilakukan sejak dua tahun silam.

Bahkan, rapat sosialisasi yang melibatkan warga juga pernah digelar disebuah hotel di bilangan Kota Tangerang, Januari 2016 lalu.

“Tapi apa hasilnya. Pokoknya, sekarang kami minta harga tanah sebesar Rp3 juta permeter. Kami tetap bertahan dengan harga segitu. Kalau mereka masih ngotot dengan harga Rp600 ribu permeter, kami enggak mau pindah dari sini. Itu solusinya, warga enggak mau nanti hidup terlantar,” tandasnya.(Tim K6)

Berita Terbaru