Wanita Butuh Waktu Tidur Lebih Dibanding Pria?

Ilustrasi/bbs
Ilustrasi/bbs
Ilustrasi/bbs
Ilustrasi/bbs

Kabar6-Waktu tidur yang kurang mencukupi, selain mengakibatkan kantuk, tubuh pun terasa sangat lelah. Gejala ini sering pula dialami orang yang menderita insomnia. Seorang ahli, dikutip dari dokter.id, mengatakan bahwa kurangnya waktu tidur memang memberikan efek yang lebih banyak pada wanita daripada pria.

Ia juga menemukan bahwa bagi wanita, kurangnya waktu tidur dapat meningkatkan risiko penyakit jantung dan diabetes, serta juga berhubungan dengan peningkatan stres, depresi, rasa cemas, dan mudah marah. Sebaliknyai, pria memiliki risiko yang lebih rendah atau bahkan tidak ada.

Mengapa kondisi ini bisa terjadi? Pada pria yang memiliki waktu tidur kurang, akan terjadi peningkatan kadar hormon testosteron yang menyebabkan penurunan insulin dan peningkatan massa otot.

Selain itu, testosteron juga memiliki efek antiinflamasi (anti peradangan), yang juga membuat hromon stres pada pria tetap rendah.

Sementara pada wanita, estrogen dan terutama progesteron tidak dapat menurunkan stres seefektif testosteron pada pria. Estrogen memang memiliki efek anti inflamasi, akan tetapi saat Anda memasuki masa menopause, maka kadar hormon ini pun menurun, yang dapat membuat Anda mengalami gangguan tidur dan sangat tidak enak badan setelah kurang tidur semalam.

Meskipun demikian, masih belum ditemukan bukti nyata mengenai benar tidaknya wanita membutuhkan waktu tidur yang lebih banyak. Berbagai penelitian hanya menemukan bahwa wanita mengalami efek yang lebih buruk daripada pria saat kurang tidur.

Berdasarkan penelitian, penyebab utama meningkatnya stres akibat kurang tidur adalah berapa lama waktu yang Anda butuhkan untuk tertidur. Semakin lama waktu yang Anda butuhkan untuk tertidur, maka semakin tinggi rasa stres yang mungkin Anda alami.

Ditemukan juga adanya hubungan antara waktu tidur dengan kesehatan membuat tidur menjadi semakin penting. Oleh karena itu, penanganan secepatnya terhadap berbagai gangguan tidur yang dialami, dapat mempengaruhi kesehatan Anda.

Mengubah gaya hidup dengan berolahraga secara teratur juga dapat mempengaruhi kualitas tidur dan membantu mengatasi insomnia. Berolahragalah setidaknya 30 menit setiap harinya. ** Baca juga: Mengapa BAB Jongkok Lebih Disarankan?

Tidak sulit bukan?(ilj/bbs)