oleh

Wanita AS Ini Bertemu Keluarganya Setelah Hilang 40 Tahun dalam Insiden Pembunuhan

Kabar6-Pihak berwenang di Texas, Amerika Serikat (AS), berhasil menemukan wanita bernama Holly yang sebelumnya menghilang tanpa jejak dalam peristiwa pembunuhan kedua orangtuanya, Tina Gail Linn dan Harold Dean Clouse, 40 tahun silam.

Kisah berawal ketika pada 1981 polisi menemukan dua jasad tak dikenal di hutan Houston, yang belakangan diketahui merupakan mayat Linn dan Clouse, setelah dilakukan identifikasi melalui tes DNA pada 2001.

Namun saat mayat Linn dan Clouse ditemukan, pihak berwajib tidak melihat keberadaan Holy yang saat itu berusia dua tahun di lokasi kejadian. Sejak saat itulah, pihak keluarga Linn dan Clouse terus mencari jawaban perihal keselamatan Holly..

Tahun lalu, melansir npr, Jaksa Agung Texas untuk unit kasus tak terpecahkan dan orang hilang bernama Brent Webster mengungkapkan bahwa dua wanita yang mengidentifikasi diri mereka sebagai anggota kelompok agama nomaden membawa Holly yang kini berusia 42 tahun ke sebuah gereja Arizona. “Saya senang mengumumkan bahwa Baby Holly telah ditemukan dalam keadaan hidup dan sehat,” kata Webster.

Disebutkan Webster, keluarga yang membesarkan Holly bukanlah tersangka dalam kasus tersebut, yang masih terbuka untuk penyelidikan. ** Baca juga: Ilmuwan Skotlandia Latih Tikus Jadi Penyelamat Korban Gempa Bumi

“Kami mendoakan yang terbaik untuk Holly. Kami bersyukur telah menemukannya. Tetapi kami harus melanjutkan tujuan kami untuk menemukan siapa yang membunuh pasangan ini. Seperti yang kami nyatakan sebelumnya, kami tidak dapat mengajukan pertanyaan hari ini karena ini adalah penyelidikan yang tertunda,” terang Webster.

Untuk pertama kalinya, Holly bertemu dengan keluarga kandungnya melalui panggilan Zoom, dan Webster mengatakan keluarga itu akan bertemu langsung dalam beberapa minggu mendatang. “Aku seperti, ya ampun! Kami menemukannya! Kami menemukannya,” seru Debbie Brooks, bibi Holly.

Pihak keluarga Linn dan Clouse mengatakan, mereka tidak mendengar kabar pasangan muda itu sejak Oktober 1980, dan menghabiskan puluhan tahun mencari jawaban tentang keberadaan Linn dan Clouse. “Sangat memilukan mengetahui bahwa mereka telah terbunuh sejak lama dan kami tidak pernah mengetahuinya. Mayatnya dibuang begitu saja di hutan,” ujar Brooks.

Menurut Webster, pihak berwenang bekerja untuk mengumpulkan rincian seputar pembunuhan misterius pasangan Linn dan Clouse, mereka mengalihkan perhatian ke anggota kelompok agama nomaden yang diyakini membawa Holly ke sebuah gereja di Arizona saat anak itu menghilang.

“Seorang anggota yang jelas dari kelompok itu, yang terdiri dari wanita yang bertelanjang kaki dan mengenakan jubah putih, kata pihak berwenang, mengidentifikasi dirinya sebagai ‘Sister Susan’ dan menelepon keluarga orangtua Holly, memberi tahu mereka bahwa pasangan itu bergabung dengan kelompok mereka dan ingin memutuskan hubungan dengan keluarga mereka,” ungkap Webster.

Menurut Webster, beberapa anggota kelompok itu kemudian pergi ke Florida untuk mengembalikan mobil pasangan itu dengan imbalan uang dan kemudian dibawa ke tahanan polisi, meskipun tidak jelas apakah mereka ditangkap karena penyelidik belum menemukan dokumentasi resmi tentang itu.(ilj/bbs)