oleh

Wajib Tahu Kode-kode Plastik dalam Kemasan Makanan & Minuman

Ilustrasi/bbs
Ilustrasi/bbs

Kabar6-Ketika membeli botol plastik minuman atau tempat makanan yang terbuat dari plastik, mungkin Anda sering menemui ada kode yang tercantum dalam kemasannya. Kebanyakan orang tidak peduli dengan kode-kode tersebut.

Padahal, Anda disarankan untuk memahami apa arti kode tersebut demi kesehatan. Sebuah riset menemukan zat beracun dalam air kemasan, karena kemasan yang digunakan tidak memenuhi syarat food grade. Bagaimana membaca kode plastik yang tercantum? Dilansir Grid, berikut uraiannya:

1. Policarbonate (PC)
Umumnya digunakan pada botol yang digunakan untuk botol minuman olahraga, botol susu bayi, gelas anak batita, kaleng kemasan makanan dan kemasan susu formula.

PC ini sebenarnya menurut protocol tidak disarankan untuk tempat makanan, karena dapat menghasilkan Bisphenol-A dalam makanan dan minuman, yang dampaknya bisa merusak sistem hormon.

Pada wanita bisa menurunkan kromosom pada ovarium, sedangkan pada pria  menurunkan produksi sperma. Selain itu, sistem pertahanan tubuh pun bisa terganggu.

2. Polyethylene terephthalate (PET)
Kode ini biasanya tercantum pada logo kemasan plastik, artinya bisa didaur ulang. Biasanya tertulis pada bagian tengah botol dengan kode (PETE atau PET). Botol dengan kode ini biasanya digunakan untuk botol plastik jernih atau transparan. Biasanya untuk botol jus dan air minum. Botol dengan kode PET/PETE hanya direkomendasikan sekali pakai.

Pemakaian berkali-kali akan melelehkan lapisan polimer yang  berakibat pada keluarnya zat-zat karsinogenik (penyebab kanker), serta memicu tumbuhnya bakteri. Botol kode ini juga tidak boleh siisi air panas.

3. Polyvinyl chloride (PVC/3 V)
Botol yang mencantumkan kode ini bisa didaur ulang. Secara fisik plastiknya fkelsibel dan lembut. Plastik jenis ini biasa digunakan untuk pembungkus makanan, minyak goreng, mainan anak dan binatang, kabel computer, pipa paralon,

PVC mengandung DEHA, senyawwa kimia yang dapat bereaksi langsung ketika bersentuhan dengan makanan. Ini karena DEHA akan meleleh pada suhu -15 derajad Celsius. Dampak buruk jika plastik ini digunakan untuk makanan adalah dapat merusak ginjal dan hati. 

4. Polystyrene
Biasanya dalam kemasan tercantum logo daur ulang denagn angka ‘6’ di tengahnya dan tulisan PS. Kode ini biasa digunakan pada tempat makanan seperti Styrofoam,  tempat minum sekali pakai, tempat telur dari karton, dan pelapis lantai. Dalam styrene juga terdapat pada asap rokok, kendaraan bermotor dan bahan konstruksi gedung.

5. High Density Polyethylene (HDPE)
Bisa didaur ulang. Pada bagian tengahnya tercantum angka ‘2’ serta tulisan HDPE di bawah lambang segitiga. Biasa digunakan untuk botol susu, wadah makanan, galon air minum, kursi lipat, tempat deterjen, botol minyak, mainan anak, dan tas.

Plastik ini aman karena sifatnya yang lebih kuat, keras, dan tahan terhadap suhu tinggi. Plastik ini hanya direkomendasikan untuk sekali pakai, karena senyawa antimoni trioksida akan meningkat seiring dengan pemakaian berulang.

6. Poalyprophylene (PP)
Kode angka ‘5’  dank ode PP  tercantum pada bagian tengahnya. Plastik jenis ini adalah yang terbaik, terutama untuk menyimpan makanan. Botol minuman dan botol untuk bayi, disposable diapers, margarine,  dan yoghurt.

Karakteristik botl ini adalah transparan namun tidak jernih dan berawan. Kandungan polyprophylene dalam botol ini lebih kuat dan ringan. Plastik jenis ini tahan terhadap suhu tinggi, dan baik juga untuk tempat makanan berlemak.

7. Low Density Polyethylene (LDPE)
Kode LDPE biasanya juga tercantum pada kemasan, selain ada angka ‘4’ yang juga ada di kode botol. Plastik jenis ini tidak bisa digunakan untuk botol, namun hanya untuk tas plastik, plastik roti, plastik garment, laundry, dan furnitur.

Secara fisik, plastik jenis ini kuat, agak tembus cahaya, fleksibel. Plastik berbahan LDPE ini sulit dihancurkan, namun baik untuk makanan karena secara kimia sulit bereaksi. ** Baca juga: Kerusakan Otak Bisa Jadi Alasan Seseorang Ekstremis?

Yuk, mulai peduli dengan kode yang ada dalam kemasan plastik.(ilj/bbs)

Berita Terbaru