Home / Aneka Berita / Sehat / Wah, PMS pada Wanita Hanya Mitos Belaka?
Ilustrasi/bbs

Wah, PMS pada Wanita Hanya Mitos Belaka?

Kabar6-Gangguan kesehatan berupa pusing, depresi, perasaan sensitif berlebihan sekira dua minggu sebelum haid biasanya dianggap hal yang lumrah bagi wanita usia produktif.

Menurut penelitian, sekira 40 persen wanita berusia 14-50 tahun, mengalami sindrom pra-menstruasi atau yang lebih dikenal dengan PMS (pre-menstruation syndrome).

Sindrom itu akan menghilang pada saat menstruasi dimulai sampai beberapa hari setelah selesai haid. Namun menurut seorang psikolog bernama Robyn Stein DeLuca, dilansir Independent, para wanita telah dibohongi buku, majalah, dan komunitas kesehatan perihal PMS. Mengapa demikian?

Dalam buku yang berjudul ‘The Hormone Myth: How Junk Science, Gender Politics And Lies About PMS Keep Women Down’’, DeLuca menyebutkan bahwa PMS sebagai bukti bahwa wanita modern kesulitan untuk menaklukkan ritme kehidupan. “Kita menghayati ide ini bahwa tubuh kita bermasalah. Ini lebih seperti wanita itu terlalu terhanyut,” katanya.

DeLuca juga menyalahkan komunitas medis yang memperlakukan tahapan-tahapan normal dalam hidup wanita, seperti kehamilan atau proses melahirkan, seperti suatu penyakit sehingga harus dintervensi.

“Hal ini mendorong wanita untuk memikirkan tubuh mereka sebagai instrumen yang menyebabkan rasa sakit. Tapi sebenarnya, mereka hanya terlalu memaksakan diri,” ujarnya.

Hormon, diakui DeLuca, juga bisa menimbulkan gejala yang membuat tubuh tidak nyaman. Namun, dia mengklaim gejala-gejala tersebut tidak begitu parah untuk diatasi. Hanya saja, wanita menggunakan PMS sebagai alasan untuk beristirahat sejenak dari berbagai tuntutan di sekitar mereka.

Namun Joyce Harper, profesor kesehatan wanita di UCL, tidak sependapat dengan DeLuca.

“Perubahan hormon mempengaruhi perasaan. Ini bukan mitos,” katanya.

Sebanyak 95 persen wanita mengalami PMS, dan dikatakan Joyce, hal ini bukan hanya soal kewalahan menghadapi hidup. PMS juga dianggap sebagai bentuk perjuangan wanita menghadapi siklus alami dalam hidupnya. ** Baca juga: Benarkah Minuman Bersoda Bikin Berat Badan Naik?

Bagaimana menurut Anda?(ilj/bbs)

Check Also

Kurangi Kalori Tanpa Rasa Lapar, Begini Caranya

Kabar6-Mengurangi kalori bukan berarti kita akan merasa kelaparan atau mengurangi jumlah makanan secara drastis. Dengan ...