oleh

Wah, Atribut Gus Dur Masih Didompleng PKB

Kabar6-Almarhum Abdulrahman Wahid atau Gus Dur telah memberi wasiat kepada keluarganya untuk melarang Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) mendompleng nama besarnya.

Namun, hal itu tetap masih terjadi seperti pemasangan foto dan kalender yang terpampang di markas Kota Tangerang Selatan (Tangsel).

Ketua DPC PKB Kota Tangsel, Abdul Khalik, mengatakan, hal itu merupakan ranah di tingkat DPP. Pihaknya mengklaim hanya ingin memujakan sosok Gus Dur sebagai tokoh dan negarawan yang selalu menekankan semangat pluralisme.

“Tetapi kalau kita sehabis pengajian atau shalat selalu mendoakan Gus Dur,” kata Khalik menjawab pertanyaan kabar6.com di komplek Ruko Cams Corner Nomor 10, Kelurahan Serua, Ciputat, Senin (17/3/2014).

Menurutnya, akan menjadi pertentangan bila segala macam atribut PKB yang memasang gambar Gus Dur dipasang di luar. Sebagai guru dan pendiri PKB, Khalik mengklaim, sosok mantan Presiden RI keempat itu negarawan yang patut dihormati.

“Karena seperti Nabi Muhammad, emang enggak boleh masang. Di baliho kan enggak ada dan kita tidak mau berpolitik itu,” klaim Khalik.

Seperti diketahui, Ny Sinta Nuriyah, isteri mendiang Gus Dur, dan keempat puteri Gus Dur di Ciganjur, Jakarta tetap akan bersikukuh menolak keras pemakaian nama dan foto Gus Dur untuk kepentingan kampanye Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Karena, itu “harga mati” sesuai isi salah satu wasiat mendiang Gus Dur sebelum meninggal.

Dalam acara Peringatan Haul Gus Dur ke-4 yang berlangsung belum lama ini, puteri Gus Dur, Inayah Wahid menegaskan, wasiat Gus Dur itu secara tegas melarang Partai Kebangkitan Bangsa di bawah kepemimpinan Muhaimin Iskandar untuk menggunakan nama dan foto Gus Dur untuk segala kepentingan apa pun, termasuk kampanye. **Baca juga: Atribut Parpol & Caleg Rusak Keindahan Kota Tangerang.

“Pokoknya, wasiat Bapak menyatakan, PKB di bawah Muhaimin tidak boleh menggunakan foto dan nama Gus Dur untuk kepentingan kampanye,” tegas Inayah Wulandari Wahid.(yud)

 

Berita Terbaru