oleh

Vaksin COVID-19 Dijadikan Sebagai Alat Penipuan Kelompok Kriminal di Inggris

Kabar6-Kelompok kriminal di Inggris dilaporkan menggunakan vaksin COVID-19, dengan target publik agar menyerahkan uang tunai atau rincian keuangan. Penipuan individu berkisar dari permintaan ‘bayar untuk suntikan’ hingga beberapa penipu bahkan mengiklankan vaksin cadangan di web gelap.

Seorang Dosen Senior Psikologi di Universitas Aberystwyth bernama Gareth Norris, melansir Sindonews, mengungkapkan mengapa hal ini bisa terjadi dan langkah-langkah yang dapat diambil orang untuk melindungi diri dari menjadi korban penipuan ini.

Norris menuturkan, penipuan semacam ini cukup umun, tapi mengenai jumlah pastinya berapa banyak orang yang menjadi korban penipuan dengan menggunakan vaksin sebagai alat. Namun dikatakan belum ada data pasti mengenai hal itu.

“Kami tidak tahu berapa banyak upaya penipuan yang dilakukan karena kita sangat jarang melaporkan. Kecuali jika rumah kita dirampok, Anda dapat melaporkannya ke polisi, tetapi sangat tidak mungkin melakukannya setiap kali kita menerima email atau teks penipuan,” jelasnya.

“Jadi, kami tidak benar-benar tahu berapa banyak percobaan yang ada, tetapi pasti ada banyak contoh orang tertipu atau hampir tertipu atau melaporkannya.”

Terkait dengan target penipuan, Norris menyebut tidak ada target spesifik. Kadang-kadang, jelasnya, mencari secara acak dan mereka mungkin akan menargetkan demografi tertentu.

Atau, mereka mungkin mendapatkan alamat email dari forum atau grup online tertentu, bahkan nomor telepon, sehingga kadang-kadang mereka dapat melakukannya di tempat yang mungkin ingin mereka targetkan, misalnya orang tua.

Para penipu percaya bahwa orang tua lebih putus asa untuk vaksin ini atau lebih mungkin untuk ditipu, meskipun sebenarnya setiap orang dapat menjadi korbannya. ** Baca juga: Berenang di Pantai Florida, Pria AS Ini Tak Sengaja Temukan Bungkusan Kokain Seberat 30 Kg

“Sebagian besar penipuan ini hanya mengirimkan pesan ke daftar email, daftar nomor telepon yang telah mereka beli atau temukan secara online, dan mereka hanya mengirimkannya secara massal,” ungkap Norris.

Ditambahkan, “Hal yang paling penting adalah jika Anda mendapatkan pesan dan Anda berpikir bahwa seseorang menghubungi Anda, Anda kemudian pergi ke sumber yang sebenarnya, jadi akan ada instruksi di sana tentang apa yang harus dilakukan dengan Anda, akan mendapatkan vaksin Anda, apa yang harus dilakukan? yang perlu Anda lakukan.” (ilj/bbs)

Berita Terbaru