oleh

Usai Viral, Rumah Reyot Wanita Perajin Keset di Sukamulya Tangerang Dibantu

Kabar6- Dewi Wulansari, 27 tahun, warga Kampung Leweng Gede RT 04/05 Desa Parahu, Kecamatan Sukamulya, Kabupaten Tangerang mengeluhkan tidak memiliki tempat tinggal yang tidak layak.

Bahkan, untuk kesehariannya hanya jadi pengrajin kain lap alas kaki. Falam sehari dirinya cuma bisa mendapatkan penghasilan uang Rp 18 ribu. Segala aktivitas Dewi selalu menumpang kepada tetangga yang peduli dengan dirinya.

“Kesaharian saya membuat kainpel, keset per satu dihargai 2 ribu rupiah. Terkadang saya juga sehari tidak makan. Saya kalo tidur di rumah tetangga, makan di rumah tetangga,” ujar Dewi yang mempunyai anak dua itu kepada kabar6.com saat berada di kediaman tetangganya, Jumat (30/9/2022).

Ia menerangkan, sebelumnya tinggal bersama dengan orang tuanya. Sebelum orang tua kandungnya meninggal dunia. Wulan sendiri dan saat itu keberadaan rumah yang ditempati memang sudah tidak layak dihuni sehingga mengakibatkan runtuh.

“Rumah saya itu memang sudah lama reyot, sebelumnya saya tinggal dengan ibu akibat sudah lama tidak direhabilitasi maka rubuh,” terangnya

Ia berharap, pemerintah segara membangun rumah yang layak dihuni agar dirinya bisa mendapatkan tempat tinggal yang layak seperti orang pada umumnya. Kurang lebih 6 tahun diirnya menumpang kepada tetangganya.

“Saya berharap pemerintah memberi bantuan kepada saya agar saya mempunyai tempat berteduh, selama ini saya berteduh di rumah tetangga dari tahun 2017,” harapnya.

Ia menyebut, dirinya masih satu saudara dengan Wakil Bupati Tangerang Mad Romli. Jika dilihat dari silsilah keturunan nenek dari ibunya.

**Baca juga: Salurkan Bantuan, Camat Sukamulya: Janda Dua Anak itu Bukan Tetangga Wabup dan Rumahnya Tidak Roboh

Dewi menyangkan, pemerintah Kecamatan Sukamulya memberi bantuan berupa bahan material bangunan ketika dirinya sudah viral. Namun pascadirinya belum viral pemerintah belum turun tangan untuk memberi bantuan.

“Betul saya masih satu saudara dengan wakil bupati Tangerang memang masih ada satu saudara dari nenek. Pemerintah kecamatan sudah memberi bantuan saya viral di media sosial, pemerintah kecamatan membantu asbes, grilik, pasir, dan semen,” ucapnya. (Rez)