oleh

Usai Bercinta, Sprei Perlu Diganti Atau Tidak?

Kabar6-Berapa kali dalam sebulan Anda mengganti sprei di kamar? Para ahli menyarankan untuk mencuci seprei seminggu sekali. Alasannnya, ada banyak kuman, bakteri, sel kulit mati, dan debu yang menempel di atas spre.

Apabila sprei dibiarkan kotor, melansir Health, maka dapat memicu penyakit dan masalah kesehatan seperti ruam, jerawat, dan alergi. Nah selain waktu rutin, hal yang juga harus diperhatikan adalah kebiasaan mencuci seprai usai bercinta. Mengapa demikian? Saat bercinta, akan ada cairan yang keluar dari tubuh pasangan. Entah itu keringat, air mani, maupun cairan dari Miss V. Cairan-cairan itu dapat menempel di seprei dan membuatnya menjadi lembap. Kondisi seperti itu dapat menjadi tempat perkembangbiakan bakteri, sehingga bisa memicu masalah kesehatan.

Lantas, bagaimana aturan mencuci dan mengganti seprai usai bercinta? “Seprei tetap bisa dicuci seminggu sekali. Tapi jika sudah ada terlihat ada kotoran yang menempel di seprei, maka bisa langsung dicuci,” urai Kim Langon, seorang ob-gyn.

Selain memperhatikan aturan pencucian seprei, langkah sederhana yang bisa dilakukan pasangan untuk meminimalisir perkembangbiakan bakteri usai bercinta adalah dengan menggunakan alas seperti handuk yang mampu menyerap cairan dari tubuh. Ya, mencuci handuk tentu akan lebih mudah dibanding mencuci seprai.

Handuk juga tidak hanya bisa diletakkan di atas seprei, melainkan di tempat-tempat yang biasa digunakan untuk bercinta seperti sofa maupun lantai. Tidak bisa dipungkiri bahwa di tempat-tempat itu terdapat bakteri yang menempel sehingga bisa masuk ke tubuh. Selain itu, perhatikan pula jenis pelumas yang digunakan saat bercinta. ** Baca juga: Atasi Insomnia dengan 5 Cara Sederhana

Hindari pelumas berbahan dasar silikon, minyak Bumi, dan minyak karena tidak larut air. Sebaliknya, gunakan pelumas yang larut dalam air, sebab pelumas yang tidak larut air cenderung meninggalkan noda minyak di seprei yang membuatnya cepat kotor.(ilj/bbs)

Berita Terbaru