oleh

Upacara Adat Seren Taun Cisungsang Lebak Digelar

Gubernur Banten saat mengikuti acara Seren Taun.(tmn)

Kabar6-Alunan suara Angklung di iringi Suling Sunda dan suaran tumbukkan padi di lesung terdengar sejak pagi. Setidaknya, sejak matahari menyinari Desa Adat Cisungsang di Kecamatan Cibeber, Kabupaten Lebak, Banten.

Ribuan masyarakat kasepuhan Cisungsang pun berbondong-bondong memadati halaman Imah Gede (rumah besar, red) dan Bale Ageung (Balai Besar, red) guna melaksanakan Upacara Adat Seren Taun 2016.

“Seren Taun dilaksanakan selama tujuh hari tujuh malam. Berlokasi di Imah Gede, kediaman Kepala Adat, dengan di isi berbagai kegiatan dan ritual adat,” ungkap Opar Sohari, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Banten, disela-sela acara proses adat Seren Taun, Minggu (28/8/2016).

Proses adat yang dilakukan setahun sekali setelah melaksanakan panen raya ini memiliki makna mendalam bagi masyarakat adat, yakni memperkokoh silaturahmi dan gotong royong.

Dimana, padi hasil panen dari para warga disimpan ke dalam sebuah lumbung padi tradisional berbentuk mirip rumah panggung dengan atap segitiga.

Lumbung padi yang terbentuk dari kayu untuk kerangka dan lantainya, lalu dindingnya terbuat dari anyaman bamu dengan atap dari ijuk. **Baca juga: Surati Megawati, AMPB Inginkan Calon Pemimpin Banten Bebas Korupsi.

Padi hasil panen ini bisa digunakan saat masyarakat adat benar-benar membutuhkan. Sehingga tak terjadi kelaparan yang menimpa warga. **Baca juga: Batas Akhir Pengurusan e-KTP 30 September.

“Ritual Seren Taun juga merupakan ajang silaturahmi antara anggota masyarakat kasepuhan dengan Kepala Adat. Masyarakat Kasepuhan melaporkan kegiatan selama setahun kepada Kepala Adat,” tambahnya.(tmn)

Berita Terbaru