oleh

Unik, Sebuah Desa di Jepang Dipenuhi Ratusan Orang-orangan Sawah

Kabar6-Desa yang satu ini memang sangat unik karena dipenuhi ratusan orang-orangan sawah. Selintas, orang yang melewati desa ini akan melihat banyak penduduk beraktivitas di ladang, sawah, jalanan, serta pekarangan rumah. Padahal mereka semua sebenarnya hanya boneka atau orang-orangan sawah.

Wilayah itu bernama desa Nagoro yang terletak di pulau Shikoku, Jepang. Melansir npr, Nagoro identik dengan desa yang sangat menjaga tradisi, dan masih banyak ditemui gubuk beratap jerami, ladang gandum, serta jembatan dari kayu di sana. Adalah Tsukimi Ayano (67), yang merupakan sosok di balik ratusan orang-orangan sawah itu.

Ayano sengaja membuat boneka yang sekilas mirip manusia itu agar desanya terlihat ramai. Hal ini karena populasi penduduk Nagoro terus berkurang dari waktu ke waktu, banyak rumah yang tak berpenghuni lagi.

Nah, cara terbaik untuk menghadapi populasi lokal yang semakin berkurang adalah menggantinya dengan ratusan boneka dengan ukuran seperti manusia. Tak heran, Nagoro juga dijuluki sebagai ‘Kakashi no Sato’ ‘Desa Orang-orangan Sawah. Sejauh ini, Ayano sudah membuat lebih dari 300 boneka orang-orangan sawah selama beberapa tahun.

Ide ini berawal ketika Ayano kembali ke Nagoro pada 2002 lalu, setelah lama meninggalkan desanya. Dia terkejut mendapati kampung halamannya itu sangat sepi karena ditinggal penghuni.

Saat itu hanya ada 27 orang di Nagoro, itu pun sebagian besar sudah pensiun. Sebagian besar penduduk meninggalkan desa demi mencari penghidupan lebih baik di kota terdekat. ** Baca juga: Kaget, Pria AS Ini Pergoki Seekor Beruang Sedang Makan Ayam Goreng di Dapur Rumahnya

Dari situlah, Ayano mempunyai ide membuat orang-orangan sawah dengan tangannya. Tak hanya itu, setiap boneka diberi nama dan memiliki kisah hidup masing-masing. Setelah beberapa tahun, Ayano membuat 300 lebih orang-orangan sawah.

Selain di ladang dan rumah, orang-orangan sawah itu ditempatkan di depan toko, halte bus, serta gimnasium. Ide unik tersebut membuat Nagoro berubah menjadi objek wisata sehingga bisa membantu merevitalisasi desa.

“Tidak ada orang yang mampir. Sekarang banyak orang berkunjung. Saya berharap Nagoro akan kembali semarak dan banyak orang datang ke sini untuk jalan-jalan,” harap Ayano.(ilj/bbs)