oleh

Unik, Kumbang Purba Berusia 100 Juta Tahun Berbentuk Seperti Sikat

Kabar6-Temuan unik didapat tim ilmuwan, berupa kumbang purba yang kabarnya berasal dari 100 juta tahun silam. Kumbang ini diberi nama Stegastochlidus saraemcheana, merupakan genus baru dan spesies kumbang kulit kayu silinder.

Hal yang unik, Stegastochlidus saraemcheana ini berbentuk seperti sikat. Makhluk tersebut, melansir MSN, ditemukan terjebak dalam amber berusia 100 juta tahun yang dikumpulkan di Lembah Hukawng, Myanmar utara. Kumbang purba tersebut diperkirakan berasal dari Periode Cretaceous, antara 145,5 juta dan 65,5 juta tahun lalu.

“Kumbang itu pasti menghabiskan hidupnya di antara lumut dan jamur, baik yang menempel di batang pohon atau di lantai hutan,” terang George Poinar Jr., ahli paleobiologi dan entomologi di Oregon State University.

Bentuk tubuhnya yang unik membuat kumbang ini dapat berkamuflase dan menungkinkannya menyamar atau berbaur dengan latar belakang berlumut. Kemampuan kamuflase membuat kumbang ini mendapatkan nama genusnya yang berasal dari kata Yunani ‘stegastos’, yang berarti tertutup dan ‘chlidos’ berarti ornamen.

Nah, ornamen pada tubuhnya membuat kumbang tidak terlihat seperti serangga, namun tampak seperti sikat. Dalam penelitian yang diterbitkan pada 15 Desember lalu dalam jurnal Biosis: Biological Systems, para ahli menunjukkan bahwa bagian kepala menonjol dari tubuh tubular sebagai struktur bundar seperti jumbai yang ditutupi paku.

Bagian antena dua segmen memanjang dari kepala dan berakhir dalam bentuk seperti tongkat. Sementara dari tampilan samping, kepala berada di salah satu ujung kumbang, dengan kaki depan dan tengah tepat di belakangnya.

Kaki belakang hewan itu terletak agak lebih jauh ke belakang tubuh, di depan perut silinder kumbang. Secara keseluruhan, kumbang purba ini memiliki ukuran hanya 4,2 milimeter tetapi tampak seperti memiliki 100 struktur paku di bagian punggung dan kepalanya.

Selain membuatnya tampak seperti sikat, struktur paku ini kemungkinan membantu kumbang berbaur dengan lumut dan jamur. “Hubungan erat dengan jamur ditunjukkan dengan untaian spora jamur, yang dikenal sebagai konidia, yang menempel pada kutikula kumbang atau penutup luar,” kata Poinar.

Sepasang tungau parasit juga ditemukan menempel pada kumbang melalui mulutnya, tampaknya ikut terperangkap di dalam amber. Mulut kumbang yang runcing mengisyaratkan hewan itu adalah karnivora, jadi kumbang itu kemungkinan memangsa invertebrata lain. ** Baca juga: Mengejutkan, Ilmuwan Temukan Jenis Tokek ‘Glow In the Dark’ Miliki Kulit Tembus Pandang

Tubuhnya yang kecil membuat kumbang dapat dengan mudah menyelinap ke dalam struktur vertikal kayu dan berpotensi melahap pupa serta larva yang bertempat di sana.(ilj/bbs)

Berita Terbaru