oleh

Tunggakan Capai Rp6 Miliar, BPMPPD Tangerang Salahkan Bulog

Kabar6-Badan Pemberdayaan Masyarakat Perempuan dan Pemerintahan Desa (BPMPPD) Kabupaten Tangerang, menyalahkan kualitas beras untuk masyarakat miskin atau raskin dari Bulog, sehingga warga enggan menebus beras yang didistribusikan ke desa-desa.

Akibatnya, terhitung hingga Oktober 2015, tunggakan pembayaran raskin di Kabupaten Tangerang mencapai Rp6 miliar.

“Umumnya tunggakan terjadi karena kualitas beras yang disalurkan ke masyarakat jelek. Sehingga Kepala Desa (Kades) enggan membayar. Meski demikian, kami sudah mengimbau Kades, jika memang berasnya jelas maka segera dikembalikan. Jangan disalurkan kepada masyarakat,” ujar Kabid Pemberdayaan Masyarakat BPMPPD Kabupaten Tangerang, Syahrizal, Senin (16/11/2015).
?
Dia mengakui, hampir setiap tahun terjadi pembengkakan hutang raskin. Tahun 2014 lalu, hutang raskin di Kabupaten Tangerang mencapai Rp3 miliar rupiah, dan melonjak menjadi Rp6 miliar menjelang akhir 2015.

Pemerintah sendiri, kata dia, telah mengupayakan tunggakan tersebut tidak terus meningkat dengan melakukan sosialisasi ke seluruh desa.

Selain itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang juga pernah meninjau langsung pendistribusian raskin, salah satunua di Desa Curug Sangereng. Dalam tinjauan itu, ditemukan raskin dengan kualitas yang jauh di bawah standar.

“Sebenarnya kami sendiri tidak ikut campur soal pembayaran raskin. Sebab pembayaran dilakukan langsung oleh tiap desa kepada bulog. Kami hanya penyedia fasilitas saja. Walau begitu kami terus mengawasi penyalurannya seperti apa. Dan, ternyata kami masih menemukan raski dengan kualitasnya tidak begitu baik pada salah satu desa,” ujarnya. **Baca juga: Lagi, Raskin Dari Bulog Apek dan Berkutu.

Karena itu,Syarizal meminta Bulog untuk memperhatikan setiap raskin yang diserahkan ke setiap kantor desa agar tidak menuai persoalan yang sama setiap tahun. **Baca juga: Bulog: Beras Berkutu Itu Sehat.

“Kami khawatir persoalan seperti ini tidak akan usai. Kami tidak menyalahkan siapa-siapa, kami hanya ingin masyarkat dapat kualitas bagus dan kades tidak memiliki hutang,” pungkasnya.(agm)

Berita Terbaru