oleh

Tuai Pujian, Ayah di Tiongkok Suruh Anak Balitanya Ganti Rugi Rp4,4 Juta Usai Bikin Lecet Mobil Mewah

Kabar6-Seorang pria Tiongkok bermarga Ouyang menuai pujian karena caranya dalam mengasuh anak. Ya, Ouyang menyuruh anaknya yang berusia tiga tahun meminta maaf dan membayar uang sebesar Rp4,4 juta karena membuat lecet mobil mewah milik tetangga mereka.

Menurut Ouyang, dia mengajari sang anak tentang pentingnya bertanggung jawab. “Sang ayah, yang bermarga Ouyang, dari Shenzhen di Provinsi Guangdong, mendapat pujian online atas cara pengasuhannya,” demikian laporan media setempat.

Insiden itu sendiri, melansir thestar, terjadi ketika putra Ouyang dan bocah lelaki lainnya sedang bermain di lingkungan mereka pada malam hari. Keduanya berlari di samping dua mobil mewah dan mencakarnya dengan pistol mainan plastik. Tindakan itu keruan saja membuat cat mobil mewah menjadi lecet.

Bocah tiga tahun itu pun ditangkap oleh tetangga pemilik mobil, yang kemudian memberi tahu Ouyang tentang kerusakan tersebut. Meskipun Ouyang membela anaknya karena terlalu muda untuk menyadari konsekuensi negatif dari perilaku mereka, dia mengakui bocah itu melakukan kesalahan.

Ouyang menjelaskan, putranya sangat hemat dalam menggunakan uang jajan. Jadi dia memiliki ide untuk meminta putranya meminta maaf dan kemudian memberikan uang ganti rugi kepada tetangganya. “Saya harap dia bisa mengerti bahwa dia harus membayar kesalahannya,” ujar Ouyang.

Ditambahkan, putranya akan belajar bahwa membuat kesalahan berarti bertanggung jawab, meski tidak tahu harganya. Keputusan sang ayah untuk mengajari putranya bertanggung jawab ternyata menuai pujian di media sosial Tiongkok.

Banyak orang mengatakan, ketimbang marah atau menghukum anak secara fisik, mengajar dengan tenang dan membantu mereka belajar tanggung jawab akan lebih efektif. ** Baca juga: Niat Bertemu ‘Kekasih Online’, Wanita Meksiko Ini Tewas Dibunuh dan Diambil Organnya

“Saya percaya bahwa putranya tidak hanya belajar dari kesalahannya, tetapi dia juga terinspirasi oleh ayahnya yang bertanggung jawab,” komentar seorang netizen. “Keterampilan mengasuh anak yang sangat baik dari sang ayah,” komentar lainnya.

Diketahui, pola asuh yang keras telah lama mendominasi masyarakat Tiongkok, tetapi hal itu berubah seiring generasi orangtua yang lebih muda menjadi makin sadar akan pendekatan pengasuhan alternatif.(ilj/bbs)

Print Friendly, PDF & Email