oleh

Tsunami Selat Sunda, Pihak TNUK Belum Inventarisir Keberadaan Badak Jawa

Kabar6-Tsunami Selat Sunda menewaskan ratusan jiwa, membuat ribuan orang luka-luka bahkan puluhan ribu jiwa batu mengungsi ke tempat yang lebih aman.

Lalu, bagaimana kehidupan Badak Bercula Satu di Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK), pasca tsunami yang menghantam pada Sabtu, 22 Desmeebr 2018 kemarin.

“Kalau untuk satwa, kita belum mengadakan inventarisasi. Karena memang belum ditemukan tanda-tanda, terutama badak,” kata Andri Firmansyah, Humas Balai TNUK, melalui sambungan selulernya, Rabu (26/12/2018).

Beberapa sarana dan prasaran Balai TNUK mengalami kerusakan, terutama yang ada di beberapa pulau kecil, seperti dermaga di Pulau Handeulem.

Lalu shelter di Cigenter, bangunan resort atau penjagaan di Pulau Panaitan, dan beberapa bangunan di Legon Kadam.

“Kita masih menghimpun data, jadi memang beberapa fasilitas di TNUK mengalami kerusakan,” ujarnya.**Baca Juga: Tsunami Selat Sunda, Korban Meninggal di Tangsel Disantuni Rp3 Juta.

Meski kehidupan Badak Jawa selamat, namun taman nasional yang diakui dunia itu harus kehilangan dua pegawai lepasnya saat bertugas di resort Citelang.

“Rubani dan Sandi. Jadi saat kejadian, paginya sudah teridentifikasi,” terangnya.(dhi)

Berita Terbaru