Tragis, Ginjal Sehat Diangkat Karena Disangka Tumor

Ilustrasi/bbs

Kabar6-Malang benar nasib Maureen Pacheco (53). Wanita asal Florida, Amerika Serikat, ini harus kehilangan ginjalnya. Padahal organ tubuh miliknya yang satu itu dalam kondisi sehat.

Bagaimana hal itu bisa terjadi? Melansir Dailymail, semua berawal saat Maureen memeriksakan kondisi kesehatanya ke Wellington Regional Medical Center yang ada di kota Wellington, Florida, Amerika Serikat. Saat itu, Maureen diperiksa oleh dokter bernama dr. Ramon Vazquez, ahli bedah berpengalaman dan sudah aktif di dunia medis selama puluhan tahun.

Tak disangka, dr. Vazquez rupanya melakukan sebuah kesalahan fatal saat mendiagnosis penyakit yang diderita oleh Maureen. Ia mengira ada tumor dalam tubuh Maureen, sehingga memutuskan untuk menjalani operasi pengangkatan ginjal. Padahal, ginjal ini masih dalam kondisi sehat. Diketahui, dr. Vazquez tidak melakukan operasi ini seorang diri. Pria itu melakukannya bersama dengan rekannya yang merupakan ahli bedah ortopedi.

Rekan dr. Vazquez sebenarnya sudah memintanya untuk mengecek kembali pemeriksaan pada Maureen sebelum melakukan operasi. Namun dr. Vazquez tidak melakukannya dan langsung melakukan operasi. Diketahui, Maureen memeriksakan kondisi kesehatannya karena mengalami sakit punggung bagian bawah sebagai efek dari kecelakaan mobil yang sudah dialaminya sejak bertahun-tahun lalu.

Setelah memeriksa kondisi tubuh Maureen, dr. Vazquez menemukan adanya gundukan yang disangka sebagai tumor. Maureen disebutkan memiliki kondisi cacat lahir yang sangat langka, yakni ginjalnya berada di bagian pelvis. Nah, dr. Vazquez tidak menyadari hal ini dan tidak mengecek hasil pemindaian MRI sebelum operasi dilakukan.

Hasil pemindaian MRI ini menunjukkan adanya ginjal panggul yang meskipun posisinya tidak wajar, sebenarnya tidak berbahaya bagi kesehatan. ** Baca juga: Lumpuh Gara-gara Terapkan Diet Vegetarian Selama 30 Tahun

Maureen pun memilih untuk mengajukan tuntutan hukum ke dokter dan rumah sakit. Ia meminta kompensasi sebesar sekira Rp7 miliar.(ilj/bbs)