Tolak Kenaikan BPJS, Buruh Blokir Jalan di Tangerang

Aksi blokir jalan ang dilakukan buruh K-SPSI di Kabupaten Tangerang.(agm)

Kabar6-Ribuan buruh yang tergabung dalam Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (K-SPSI), memblokir ruas Jalan Gatot Subroto hingga Jalan Raya Serang KM 15, di Desa Bojong, Kecamatan Cikupa, Kabupaten Tangerang, Rabu (23/3/2016).

Ya, aksi buruh turun ke jalan ini, dipicu rencana kenaikan iuran BPJS sebesar 30 persen yang kini tengah dibahas di DPR RI.

Dengan melakukan long march‎, ribuan buruh menuntut pemerintah segera mencabut Keputusan Presiden (Kepres) nomor 19 tahun 2016, tentang kenaikan iuran BPJS semua golongan.

“Kenaikan iuran BPJS ini tidak diiringi dengan pelayanan yang baik dari pihak rumah sakit maupun dari BPJS sendiri,” ungkap Koordinator Lapangan (Korlap) K-SPSI, Susilo.

Tak hanya itu, buruh juga menuding bila Kepres dimaksud sangat merugikan buruh kaum buruh dan masyarakat. **Baca juga: Bupati Zaki: Pembentukan Bank Banten Jangan Dipaksakan.

“Masih banyak teman-teman kami yang mau berobat menggunakan BPJS namun tidak dilayani oleh pihak rumahs akit. Sebaliknya, jika mereka menggunakan uang tunai pribadi,  langsung dilayani. Ini jelas merugikan kami,” terang Susilo. **Baca juga: Rano Karno Lantik Bupati dan Wakil Bupati Pandeglang.

Pantauan kabar6.com, selain memblokir jalan dan long march, buruh juga sempat melakukan sweeping di salah satu pabrik di Kecamatan Curug, Kabupaten Tangerang. **Baca juga: Maju di Pilgub Banten, Dimyati Bakal Lewat Jalur Independen .

Buruh dan petugas keamanan pabrik sempat terlibat cekcok lantaran massa pendemo tidak diizinkan untuk mengajak buruh yang sedang bekerja untuk turut berunjuk rasa.(agm)

**Baca juga: Pilgub Banten 2017, Aa “Merapat” ke Nasdem.