oleh

Tiga Wilayah di Tangsel Dideteksi Endemis DBD

Kabar6-Jumlah warga di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) yang terjangkit wabah penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) terus bertambah. Seiring itu, beberapa wilayah telah dinyatakan rawan atau endemis.

Sehingga, masyarakat harus ekstra waspada dengan menggalakan gerakan menguras, menutup, mengubur (3M) karena sudah banyak pasien yang meninggal dunia.

“Dilingkungan saya saja sudah banyak warga yang positif kena penyakit DBD,” kata Asta Jabek, Ketua RW 01 Kelurahan Bakti Jaya, Kecamatan Setu ditemui kabar6.com di dekat kediamannya, Sabtu (17/5/2014).

Ia mengaku sedikit lega karena warga yang terserang virus nyamuk Aedes Aegypty telah mendapatkan perawatan intensif dari rumah sakit dan pelayanan medis lainnya.

Sebagai langkah penanggulangan preventif para kader kesehatan rutin memonitoring, selain itu juga dilakukan pengasapan (fogging) di area pemukimannya.

“Saya apresiasi sekali ada pihak swasta yang begitu peduli dan mau membantu warga kami. Memang perlu kekompakan untuk mencegah penyakit DBD,” terang Asta.

Pelaksanaan fogging di RW 01 merupakan hasil kerjasama Dinas Kesehatan Kota Tangsel dengan
PT Indomarco Prismatama, Cabang Parung, Kota Depok.

Melalui program tanggung jawab sosial di lingkungan atau CSR (Corporate Social Responsibility), telah menunjuk tiga wilayah di Kota Tangsel sebagai titik lokasi fogging.

“Sesuai rencana dua daerah lainnya di ┬ádi KH Dewantara, Kecamatan Ciputat sama di Pondok Aren,” terang Sagiman, Area Supervisor Development pada perusahaan yang identik dengan brand pewaralaba Indomaret ini.

Menurutnya, untuk penentuan wilayah lokasi fogging berdasarkan hasil rekomendasi dari Dinas Kesehatan Kota Tangsel. Lewat program “Peduli Demam Berdarah”, selama Mei 2014 kegiatan fogging digulirkan ke-21 kota-kota besar di Indonesia.

“Masalah penyakit ini agar jadi perhatian dengan warga, dan setiap tahun dilaksanakan. Dipilih pencegahan DBD karena sekarang ini tidak kenal siklus musim,” tambah Sagiman.(yud)

Berita Terbaru