Tiga Pria Terduga Preman Terjaring Razia Polsek Mauk

kabar6.com
Razia yang digelar Polsek Mauk.(vero)

Kabar6-Tiga pria terduga preman terjaring razia preventif kejahatan jalanan yang digelar petugas Mapolsek Mauk.

Ketiganya masing-masing berinisial SAE (21), SAP (19) dan UD (20), warga Kampung Kedaung Dalem, Desa Kedaung Dalem, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang.

Kepala Unit Reserse Kriminal (Kanit Reskrim) Polsek Mauk, Iptu Subarjo, membenarkan penangkapan terhadap 3 pria terduga preman tersebut.

Ia mengatakan, ketiganya diamankan guna dilakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk dilihat jenis kejahatan yang dilakukannya.

“Mereka akan dilakukan pembinaan lebih lanjut. Namun, bagi yang memiliki Sajam (Sejata Tajam red), dan pungli akan diteruskan kasusnya,” kata Subarjo kepada Kabar6.com saat dikonfirmasi melalui telepon, Kamis, (12/7/2018).

Menurut Subarjo, Razia yang digelar mulai dari 6 Juli hingga 20 Oktober ini merupakan perintah Kapolres Tangerang Kombes Pol Sabilul Alif kepada Kapolsek Mauk AKP Teguh Kuslantoro, menyusul akan digelarnya Asian Games.

Adapun sasaran dari razia yang digelar selain tindak premanisme, juga pelaku kejahatan seperti 3 C (curas, curat dan curanmor red ).

“Kita sudah jadwalkan patroli rutin untuk mengantisipasi kejahatan jalanan. Meski event Asean Games 2018 tersebut tidak digelar di Mauk, tapi kita ikut melakukan pengamanan di wilayah masing-masing untuk mengurangi tindak kejahatan,” tuturnya.

Subarjo menambahkan, setiap wilayah berpotensi terjadi tindak kejahatan. Demikian pula pihaknya meningkatkan patroli selain melakukan razia.

“Kejahatan bisa terjadi di mana dan kapan saja. Bahkan di rumah sekalipun. Maka dari itu, kami adakan patroli untuk memberikan rasa aman kepada warga, ” pungkasnya.

Sementara itu, Kapolsek Mauk AKP Teguh Kuslantoro mengatakan, bagi pelaku kejahatan yang membahayakan petugas dan masyarakat, akan dilakukan penindakan tegas.**Baca juga: Angkot Seruduk Warung Sembako di Pasar Kemis.

“Kami dari pihak kepolisian akan bertindak tegas bila ada yang membahayakan. Kita tidak mau ambil resiko bagi yang meresahkan itu,” tegasnya.(vero)