oleh

Tidak Merasa Hamil, Wanita yang Menyangka Dirinya Keracunan Makanan Ini Ternyata akan Segera Melahirkan

Kabar6-Crystal Gail Amerson (29) tidak pernah menyangka kalau dirinya tengah berbadan dua, hingga akhirnya mengalami sakit perut luar biasa yang diduga akibat keracunan makanan.

Wanita asal Pensacola, Florida, Amerika Serikat, ini tidak mengetahui kalau saat itu ia tengah mengalami kontraksi kehamilan dan akan segera melahirkan. Ya, usia kehamilan Amerson ternyata sudah sembilan bulan.

Bagaimana hal ini bisa terjadi? Berawal ketika Amerson, melansir Dailymail, terbangun di pagi hari karena mengalami sakit perut dan bolak-balik ke kamar mandi. “Saya menyantap makanan cina pada malam sebelumnya dan saya pikir mungkin saya keracunan makanan atau sesuatu seperti itu,” kata Amerson.

Ia pun membatalkan pekerjaan pukul 05.00, dan satu jam kemudian ketika rasa sakitnya memburuk, dia membangunkan sang suami karena mereka harus memanggil ambulans. ** Baca juga: Rezeki Nomplok, 20 Tiket Lotre yang Dibeli Ternyata Menang Semua

“Sakit perut itu sangat menyiksa dan saya hampir tidak bisa bergerak,” terang Amerson. “Saya pikir itu sekira pukul 6.30 ketika ambulans tiba di sana. Ini meningkat begitu cepat sehingga saya mengalami kontraksi dan kami tahu apa yang sedang terjadi karena pada awalnya kami benar-benar tidak tahu apa yang sedang terjadi,” tambahnya.

Amerson sendiri tidak merasakan gejala kehamilan seperti saat mengandung anak pertamanya. Dia juga mengatakan dia tidak melihat banyak kenaikan berat badan. “Sungguh, saya tidak merasakan kehamilan itu,” ujar Amerson.

Beruntung, sang bayi yang diberi nama Oliver James itu lahir selamat pada pukul 07.00 waktu setempat. Julie DeCesare, dokter kandungan-ginekolog dari Sacred Heart Hospital, mengatakan bahwa ada kemungkinan bagi seorang wanita untuk mengetahui kehamilannya hanya beberapa jam sebelum melahirkan.

Tetapi hal itu jarang terjadi, dan dalam 20 tahun pekerjaannya, dr. DeCesare hanya pernah menyaksikannya tiga kali. “Kadang-kadang seorang wanita tidak memiliki siklus menstruasi yang normal sehingga mereka tidak memperhatikan ketika mereka tidak mendapat mens,” jelasnya.

“Atau mereka menggunakan metode kontrasepsi sehingga mereka pikir mereka tidak bisa hamil, tetapi kemudian metode itu gagal.” (ilj/bbs)

Berita Terbaru