oleh

Tidak Merasa Hamil, Wanita Hawaii Lahirkan Bayi dalam Pesawat di Ketinggian 30 Ribu Kaki

Kabar6-Lavinia Mounga tidak pernah menyangka akan melahirkan dalam pesawat yang mengudara di ketinggian 30 ribu kaki. Hal yang lebih mengejutkan lagi, wanita asal Hawaii itu tidak mengetahui kalau dirinya selama ini ternyata berbadan dua.

Saat itu, melansir Mirror, Mounga sedang dalam perjalanan dari Salt Lake City, Amerika Serikat (AS), ke Honolulu. Mounga terbang bersama keluarganya, ketika tiba-tiba dia mulai mengalami kontraksi. “Kewalahan dengan cara-cara terbaik,” tulis Mounga di Twitter setelah persalinannya dalam penerbangan menjadi viral di media sosial.

Seorang penumpang berbagi rekaman momen mengharukan, di mana seluruh orang di kabin bertepuk tangan setelah Mounga yang tertegun melahirkan di tengah penerbangan.

Bayi mungil yang baru lahir itu diberi nama Raymond Kaimana Wade Kobe Lavaki Mounga. Suami Mounga, Ethan Magalei, menulis dalam laman Facebook, dia terkejut dengan kedatangan Raymond kecil yang dia gambarkan sebagai ‘keajaiban’.

Magalei berterima kasih kepada orang-orang yang telah membantu mereka selama persalinan, dan menambahkan bahwa dia berharap menjadi ‘ayah terbaik’.

Seorang penumpang asal AS bernama Julia Hansen, tengah melakukan perjalanan dengan temannya, ketika penerbangan ditunda selama tiga jam karena kejadian medis tersebut.

Sementara itu beberapa pengguna media sosial bertanya-tanya bagaimana mungkin wanita hamil besar bisa mendapatkan izin untuk terbang. Namun Magalei memberitahu Hansen bahwa dia tidak tahu kalau Mounga hamil sebelum akhirnya melahirkan dalam penerbangan.

Dalam video TikTok Hansen yang telah ditonton lebih dari satu juta kali, manajer awak kabin terdengar berkata, “Seperti yang mungkin didengar sebagian besar dari Anda, kami baru saja melahirkan seorang anak di pesawat, mari kita bertepuk tangan untuk Ibu. Selamat.”

Para penumpang bertepuk tangan dan bersorak saat mereka tetap berada di kursi agar awak kabin dapat menolong Mounga. Tim staf darurat naik ke pesawat dengan tangki oksigen dan peralatan saat mereka menuju bagian belakang pesawat untuk memeriksa bayi dan ibunya.

Beberapa menit kemudian, staf dapat membantu pasangan tersebut turun dari penerbangan dengan kursi roda dan mengantarkan mereka ke ambulans. Bayi yang baru lahir terdengar menangis saat mereka melewati barisan penumpang yang gembira.

“Ibu dan bayinya sangat sehat ketika mereka turun dari pesawat,” demikian komentar Hansen dalam video TikTok-nya. “Kepada mereka yang bertanya-tanya bagaimana dia bisa terbang pada trimester ketiga, saya duduk di samping ayahnya (si bayi) di pesawat dan dia berkata mereka bahkan tidak tahu dia hamil.”

Menurut Departemen Luar Negeri AS, seorang anak yang lahir di perairan internasional harus mencantumkan tempat lahir sebagai ‘di laut’. ** Baca juga: Pria Skotlandia Ini Turunkan Berat Badan Karena Takut Sang Istri Tewas Saat Mereka Bercinta

Jika seorang anak lahir dalam penerbangan di wilayah yang tidak diklaim oleh negara mana pun, dia secara resmi akan diklasifikasikan sebagai terlahir ‘di udara’. (ilj/bbs)

Berita Terbaru