oleh

Tersenyum Punya Efek yang Sama dengan Konsumsi 2.000 Batang Cokelat

Kabar6-Dalam salah satu studi di Inggris, para peneliti menggunakan pemindaian otak elektromagnetik dan monitor detak jantung untuk menghasilkan apa yang mereka sebut ‘nilai-nilai peningkat suasana hati’ untuk rangsangan yang berbeda.

Peserta diminta untuk melakukan, melihat, atau mendengarkan hal-hal yang berbeda, dan mengukur seberapa bahagia mereka setelah melakukan hal-hal tersebut.

Dalam studi ini, melansir Womantalk, peneliti menemukan satu hal yang memberi peserta tingkat stimulasi otak setara dengan 2.000 batang cokelat. Stimulus ini juga sama seperti menerima hingga Rp600 juta. Dan, stimulus ini adalah senyuman.

Ya, senyum ternyata memiliki efek yang luar biasa. Pertama, dengan senyum sebenarnya membuat Anda merasa baik, bahkan jika Anda tidak merasa baik pada saat itu.

Sebuah studi fMRI 2009 dari Echnische Universität di Munich menunjukkan secara meyakinkan, sirkuit kebahagiaan otak diaktifkan ketika Anda tersenyum, terlepas dari suasana hati Anda saat ini. Jika Anda sedih, tersenyum sebenarnya mendorong otak Anda untuk menghasilkan hormon pendorong rasa bahagia.

Tersenyum juga merupakan prediksi umur panjang. Pada 2010 di Wayne State University, para peneliti melihat foto-foto kartu bisbol Liga Utama dari 1952. Mereka menemukan, rentang senyum seorang pemain benar-benar meramalkan umurnya. Pemain yang tidak tersenyum hidup rata-rata 72,9 tahun, sementara para pemain yang tertawa, hidup tujuh tahun lebih lama.

Demikian pula, penelitian longitudinal selama 30 tahun di UC Berkeley meneliti senyum siswa dalam buku tahunan dengan hasil yang hampir sama. Lebar senyum para siswa ternyata merupakan prediktor yang akurat tentang seberapa tinggi kesejahteraan dan kebahagiaan mereka, seberapa inspiratif mereka bagi orang lain, bahkan bagaimana status pernikahan mereka.

Mereka yang memiliki senyum terlebar muncul di peringkat teratas dalam kategori ini. ** Baca juga: Studi: Olahraga Bikin Orang Lebih Bahagia Ketimbang Uang

“Kami tidak berpikir bahwa orang dapat bahagia dengan hanya tersenyum,” kata Nicholas Coles, mahasiswa UT PhD yang meneliti efek tersenyum pada manusia. “Tetapi hal yang dipancarkan oleh wajah dapat membentuk alam bawah sadar terhadap emosi. Kita bisa merasa sedikit lebih bahagia jika kita hanya tersenyum dan kita dapat membuat diri kita dalam suasana hati yang lebih buruk jika kita cemberut.”

Diketahui, anak-anak tersenyum sekira 400 kali sehari. Tidak heran bahwa menjadi anak-anak terlihat tanpa beban. Jadi seberat apa pun hari Anda, jangan lupa untuk tersenyum, ya.(ilj/bbs)

Berita Terbaru