oleh

Teroris Paling Dicari Inggris Akhirnya Tertangkap Gara-gara Kebab

Kabar6-Meskipun terlihat sepele, kebab ternyata berhasil membantu pihak berwajib menangkap teroris paling dicari Inggris, Abdel-Majed Abdel Bary (31), di wilayah Almeria, Spanyol.

Keberadaan Bary terlacak gara-gara kegemarannya pada salah satu makanan khas dari Timur Tengah yang terdiri dari tortila khas Meksiko, berisi daging, sayuran, dan saus itu.

Bary yang merupakan mantan rapper asal London, Inggris, dan telah meninggalkan kelompok ISIS itu diidentifikasi polisi Spanyol dari telinganya. Melansir worldtodaynews, Bary berperang untuk ISIS di Suriah, dan melarikan diri dari Suriah ke Aljazair. Pria itu ditangkap di Spanyol pada 2020 lalu, bersama dua kaki tangannya setelah menerima pesanan kebab.

Awalnya, detektif polisi mengidentifikasi anak buah Bary, Adbeizerrak Seddiki, sebagai pria asal Aljazair yang memesan kebab secara online berkat postingan di media sosial. Para detektif mengawasi alamat di Almeria, Spanyol tenggara, sebelum menggerebek Bary ketika tim teroris mengambil pengiriman kebab ketiga.

Seddiki memesan kebab untuk dibawa pulang pada 15 April 2020 pukul 22.46 waktu setempat, lima hari sebelum penangkapan, dari sebuah tempat yang diidentifikasi sebagai The Kebab Shop.

Kebab yang kedua dipesan dari Makro Doner pada pukul 22.00 malam berikutnya. Pengiriman kebab ketiga dari Uber Eats berlangsung pada pukul 14.48 pada 18 April 2020, hingga membuat polisi melihat Siddiki di balkon, dan mengidentifikasi Bary berdasarkan bentuk telinganya.

Seorang hakim Spanyol mengizinkan penggerebekan di flat, yang menyebabkan penangkapan terhadap Bary, Siddiki dan orang Aljazair lainnya bernama Kossaila Chollouah.

Pengadilan juga menyita bitcoin senilai £43.000 serta bukti lainnya. ** Baca juga: Apes, Kaki Palsu Milik Perampok Asal Italia Terlepas Saat Sedang Beraksi di Sebuah Bank

Bary tetap berada di penjara Soto del Real dekat Madrid, dan belum didakwa tetapi penyelidik menduga dia sedang mempersiapkan serangan teroris. Bary sendiri adalah putra dari Adel Abdel Bari yang mengaku membunuh lebih dari 200 orang dalam pengeboman di Afrika.

Orangtuanya membawa Bary dari Mesir ke London saat pria itu berusia enam tahun. Sebelum berangkat ke Suriah pada 2013, beberapa musik rap Bary disiarkan di Radio 1.(ilj/bbs)

Berita Terbaru