oleh

Ternyata, Ada 6 Kesalahan yang Pernah Dilakukan Google Maps

Kabar6-Google Maps adalah layanan pemetaan web yang dikembangkan oleh Google. Layanan ini memberikan citra satelit, peta jalan, panorama 360°, kondisi lalu lintas, dan perencanaan rute untuk bepergian dengan berjalan kaki, mobil, sepeda (versi beta), atau angkutan umum.

Meskipun mempermudah menemukan lokasi yang dituju, tidak sedikit orang yang juga pernah mengalami kesulitan dalam menggunakan Google Maps. Antara lain adalah menunjukkan rute yang salah atau membawa kita ke lokasi yang salah.

Tahukah Anda, seperti dilansir Intisari, ada enam kesalahan terbesar Google Maps yang merugikan atau membuat banyak orang mengalami kesulitan, lho. Apa sajakah itu?

1. Mount Rushmore
Selama hampir lima tahun, Google Maps mengirim orang ke lokasi yang salah ketika mereka mengetik ‘Mount Rushmore, South Dakota’. Sebaliknya, orang-orang justru sampai ke pusat retret yang disebut ‘Storm Mountain Centre’ yang berjarak sekira tiga kilometer dari gunung yang sebenarnya ingin dituju. Masalahnya menjadi begitu rumit dan mereka harus memasang tanda jalan untuk memperingatkan orang-orang mengenai kesalahan itu.

2. Grand Canyon
Saat ingin mengunjungi Grand Canyon, Amber Vanhecke (24) menggunakan Google Maps untuk memandu jalannya. Sayangnya, Googla Maps membawanya ke jalan yang salah dan membuatnya terdampar ketika mobilnya kehabisan bensin.

Saat itu, ponselnya tidak berfungsi karena tidak ada sinyal dan makanan serta air minumnya mulai menipis. Amber mengira ia akan segera mati. Untungnya, setelah 119 jam, dia berhasil diselamatkan.

3. Christ the Redeemer
Seorang turis asal Argentina bernama Natalia Lorena Cappetti beserta suaminya dan pasangan lain, menggunakan Google Maps untuk mengunjungi patung Christ the Redeemer yang terkenal di Rio de Janeiro.

Sebaliknya, Google Maps membawa mereka ke Morro dos Prazeres yang merupakan salah satu daerah kumuh yang paling berbahaya. Ketika mereka melakukan perjalanan ke daerah tersebut, mereka menghadapi tembakan berat dan Natalia ditembak di bagian belakang. Pada saat pelaporan, dia dalam kondisi serius dan harus menjalani operasi.

4. Rowlett, Texas
Pada 2016, Lindsay Diaz berhenti di depan rumahnya dan menemukan sebuah kejutan bahwa rumahnya telah dihancurkan. Perusahaan Billy L Nabors Demolition ternyata telah merobohkan rumahnya karena kesalahan. Mereka mengklaim telah menggunakan daftar yang salah di Google Maps.

5. Perbatasan Kosta Rika-Nikaragua
Pada tahun 2010, Google Maps menarik perbatasan Kosta Rika-Nikaragua. Hal itu membuat pasukan Nikaragua menyeberang ke perbatasan, mencopot bendera Kosta Rika dan memasang bendera milik Nikaragua.

Sengketa menjadi begitu panas, sehingga Dewan Keamanan PBB dan Organisasi Negara-negara Amerika harus ikut campur. Mereka kemudian menentukan bahwa Google Maps bersalah.

6. Peternakan Glitch
Setelah kesalahan pemetaan IP oleh perushaan bernama MaxMind, keluarga sederhana yang tinggal di peternakan mengalami pelecehan dari banyak orang selama bertahun-tahun.

Google Maps menggunakan alamat ini sehingga ketika ada orang yang mencarinya, banyak tindak kejahatan yang muncul dalam pencarian meski peternakan itu tidak ada hubungannya dengan semua kejahatan.

Selama 10 tahun, mereka dituduh melakukan penipuan, penculikan anak dan bahkan diselidiki oleh FBI, IRS dan organisasi kepolisian lainnya. Akhirnya, MaxMind memperbarui database mereka menjadi informasi yang benar. ** Baca juga: Usir Hawa Musim Panas, di Jepang Ada Gaya Baru Nonton Bioskop Sambil Berendam di Bak Mandi

Wah…benar-benar kesalahan yang fatal, ya.(ilj/bbs)

Berita Terbaru