Tenun Sumba dan Flores, Handmade Berkualitas dari Timur

kabar6.com
Tenun Sumba dan Flores yang dikenakan para model saat catwalk. (fit)

Kabar6-Dalam Festival Budaya Indonesia Timur yang memperkenalkan seni tenun dan ukir khas Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Papua.

Pendopo Living World (Liwo) Alam Sutera, Tangerang Selatan (Tangsel) hadirkan motif tenun Sumba dan Flores yang dalam proses pembuatannya memakan waktu lama.

Direktur Pendopo, Tasya menjelaskan, sepanjang Agustus, pihaknya akan menampilkan hasil karya tenun dan ukiran khas NTT dan Papua.

“Pelanggan dapat melihat langsung keunikan tenun Sumba dengan motif khasnya yakni corak manusia, hewan atau tumbuhan,” papar Tasya di Pendopo Liwo, Jumat (3/8/2018).

Selain tenun Sumba, lanjut Tasya, Pendopo juga menghadirkan tenun Flores yang memiliki ragam hias geometris dengan aneka warna cerah dan mencolok.**Baca juga: FEB-UMT Siapkan Kerja dan Berikan Beasiswa Bagi Mahasiswa.

“Kain tenun yang dihadirkan dibuat menggunakan teknik sangat tradisional dengan proses manual yang memakan waktu lama. Sekitar 3 hingga 6 bulan untuk menyelesaikan selembar kain tenun,” tuturnya.

Pada saat akan memberikan warna pada kain tenun, pengrajin harus menunggu lama agar tumbuh-tumbuhan yang hanya tumbuh dimusim tertentu itu dapat dituai untuk mewarnai tenunan. (fit)