oleh

Tarif Ambulans Dikeluhkan Warga Miskin, Direktur RS Kartini: Emang Mahal

Kabar6-Direktur Rumah Sakit (RS) Kartini Rangkasbitung drg. Meutia Elda memastikan petugas kasir sudah menyampaikan secara rinci mengenai biaya ambulans untuk mengantar jenazah pasien ke kediamannya.

Hal itu dikatakan Meutia menanggapi keluhan salah seorang warga tidak mampu di Kampung Tipar, Desa Majasari Kecamatan Sobang terkait tarif ambulans rumah sakit tersebut yang dirasa sangat mahal.

“Emang mahal. Tapi bisa jadi begini, namanya orang panik (keluarga) meninggal, terus buru-buru dan dia merasa enggak diterangin, jadi ngelihatnya harus dua sisi lah,” kata Meutia.

Mantan Wadir RSUD dr Adjidarmo ini menerangkan, tarif ambulans baik digunakan untuk mengantar jenazah maupun pasien rujukan dihitung berdasarkan jarak (kilometer).

Bagi pasien umum dengan jarak 1-20 KM dikenakan tarif Rp150.000 dengan rincian Rp50.000 BBM, Rp50.000 sopir, dan Rp50.000 sarana. Tarif tidak dikenakan bagi bagi pasien BPJS dengan jarak 1-5 KM, namun tarif akan diberlakukan jika jarak sudah 6 KM lebih.

Misalnya, jika jarak 50 KM maka keluarga yang hendak mengantar jenazah dengan ambulans harus mengeluarkan biaya sebesar Rp1.087.500 dengan rincian BBM Rp187.500, sopir Rp150.000, pendamping Rp150.000 dan sarana Rp600.000.

“Semakin jauh ya semakin mahal lagi sopir dibayar, masa saya bayar sopir ke Serang dengan ke Jakarta sama,” ujarnya.

Sementara itu anggota Komisi III DPRD Lebak Dian Wahyudi mengatakan, jika memang sesuai dengan pagu anggaran edaran bupati maka tak masalah.**Baca juga: Tarif Ambulans RS Kartini Rangkasbitung Bikin Warga Miskin Menjerit.

“Tidak masalah kalau memang sesuai pagu ya, tetapi yang memang harus dipertanyakan soal dana sarana, itu harus detail dijelaskan oleh rumah sakit maksud sarana itu apa. Mungkin kalau untuk rujukan memang butuh seperti oksigen atau sarana lain di dalam ambulans, tetapi kalau untuk jenazah kan saya kira hanya keranda saja,” papar Dian.(Nda)

Berita Terbaru