oleh

Tardigrada, Hewan yang Bisa Hidup di Dekat Matahari?

Kabar5-Solar Orbiter, wahana antariksa milik European Space Agency (ESA), berhasil mengambil foto Matahari dari jarak dekat. Dalam foto tersebut terlihat noda kecil pada mirip penampakan tardigrada.

Diketahui, tardigrada adalah hewan kecil seperti kutu, dengan panjang tubuh dewasa adalah 1,5 mm, dan paling kecil berukuran 0,1 mm. Meskipun bertubuh kecil, hewan ini dapat bertahan bila terjadi perang nuklir atau bencana alam lain yang ekstrem.

Banyak netizen dan pecinta sains yang menduga bahwa noda kecil pada foto mirip penampakan tardigrada, makhluk miskroskopis tahan banting. Bahkan karena kemampuan tubuhnya, ribuan makhluk Bumi mikroskopis ini telah dibawa oleh ilmuwan Israel menggunakan wahana antariksa ke Bulan.

Kondisi-kondisi ekstrem bahkan tidak mampu membuat hewan ini lemah atau mati. Tardigrada begitu tahan saat berada di suhu beku, nol oksigen, hingga tekanan tinggi. Makhluk ini bahkan telah lolos dari lima kepunahan massal yang pernah terjadi di Bumi.

Meski mempunyai kemampuan super, melansir Livescience, noda hitam pada foto Matahari bukanlah seekor tardigrada. Seorang peneliti utama pada Solar Orbiter bernama David Berghmans mengungkapkan, tardigrada tidak ada di dekat Matahari dan noda hitam yang ada hanyalah bentuk kecacatan pada foto.

“Dan ketika para peneliti Solar Orbiter melihat bentuk oval yang tampaknya ‘merangkak’ pada beberapa gambar, mereka menyebutnya sebagai ‘tardigrada kecil’ dan eksperimen biologi tambahan kami. Tapi pada kenyataannya itu adalah cacat sensor. Dalam pemrosesan di masa mendatang ketika kami lebih mengoptimalkan ini, penampakan akan dibersihkan dan diinterpolasi dari piksel terdekat,” terang Berghmans.

Ditambahkan, tardigrada terlihat bergerak karena gambar aslinya agak goyah, yang akhirnya diperbaiki oleh para peneliti dengan perangkat lunak.

Setelah perbaikan, noda itu mulai bergerak secara independen sehingga menyebabkan ‘tardigrada’ tampak merangkak. Panjang tardigrada sekira 0,012-0,020 inci, tetapi mereka mampu bertahan hidup di suhu 151 derajat Celcius dan dalam kondisi beku.

Tardigrada, sebut Berghmans, tidak mungkin bertahan hidup pada permukaan Matahari yang suhunya mencapai 5.500 derajat Celsius. ** Baca juga: Peretas Rusia Diduga Incar Laboratorium Vaksin Virus Corona

Meski memiliki ‘kekuatan super’, ilmuwan tersebut menginformasikan bahwa noda kecil pada foto Matahari bukanlah tardigrada.(ilj/bbs)

Berita Terbaru