oleh

Tangsel Lebarkan Sayap dalam Program Posdaya

Kabar6-Jumlah program pos pemberdayaan keluarga (Posdaya) di Kota Tangerang Selatan bertambah. Tak hanya itu, lembaga pendidikan perguruan tinggi yang dilibatkan juga lebih dari satu.

“Baru didirikan sudah ada 27 Posdaya dan sekarang jumlahnya ditambah ke 54 kelurahan/desa,” ungkap Walikota Tangsel, Airin Rachmi Diany, dalam pencanangan Posdaya di Puspiptek, Jum’at (14/9/2012).

Posdaya merupakan forum silaturahmi, advokasi, komunikasi, informasi serta edukasi yang sekaligus menjadi wadah organisasi kegiatan penguatan fungsi-fungsi keluarga terpadu.

Seperti diberitakan Kabar6.com sebelumnya, sebanyak 270 mahasiswa-mahasiswi Universitas Muhammadiyah Jakarta, Cirendeu, kecamatan Ciputat Timur, mengikuti program pembangunan masyarakat melalui  Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Pos Pemberdayaan Keluarga (Posdaya).

Selama satu bulan kedepan, mereka akan menjalani kegiatan di 27 kelurahan.

Airin merasa yakin bila warganya memiliki komitmen kuat. Maka peningkatan taraf hidup masyarakat diberbagai aspek melalui Posdaya dapat berhasil. Oleh karena itu, minimal satu Posdaya harus ada di kelurahan/desa.

Ini merupakan hal yang baik karena Posdaya kolaborasi antara pemerintah daerah, pihak swasta dan masyarakat. Dia berharap, pihak swasta yang ada mau memberikan Coorporate Social Responbility (CSR) ke program Posdaya. Sebab, hasilnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

“Bahkan kalau bisa lebih dari 5 persen CSR yang diberikan untuk kita,” harapnya.

Ditempat yang sama, Rektor UMJ, Masyitoh, menjelaskan, dalam KKN ini ada di pengabdian masyarakat. Setelah
ditawarkan untuk bergabung dalam program Posdaya, dirinya tak ingin meninggalkan kesempatan tersebut.

“Bekerjasama dengan perguruan tinggi ini sangat strategis dalam program Posdaya seperti ini,” terang Masyitoh.

Ia juga memberikan apresiasi setelah pihaknya dilibatkan dalam Posdaya.

“Terima kasih yang setulus-tulusnya karena telah mendapatkan sambutan yang baik dan kekeluargaan dari masyarakat yang menjadi lokasi wilayah KKN mahasiswa,” ujarnya.

Saat ini, lanjut Masyitoh di lembaga yang dipimpinnya terdapat 12 ribu mahasiswa.
Sementara mahasiswa baru ada 2700 orang.

“Tentunya kami menurunkan mahasiswa yang akan kembali KKN,” papar Masyitoh. (yud)

Berita Terbaru