1

Benyamin Raih Penghargaan Kepala Daerah Terbaik Dukung Pengelolaan Zakat

Kabar6-Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie meraih penghargaan membanggakan. Berkat kepedulian dan dukungannya terhadap pengelolaan zakat di wilayahnya Benyamin dapat apresiasi dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Republik Indonesia sebagai kepala daerah pendukung pengelolaan zakat terbaik.

Penghargaan diterima Benyamin dalam acara Baznas Award 2024, di Hotel Bidakara, Jakarta, pada Kamis (29/02/2024).

**Baca Juga:Daftar Pejabat ‘Dipanggil’ Bawaslu Kota Tangerang Sepanjang Pemilu 2024

Usai menerima penghargaan, Benyamin menyampaikan rasa syukur dan bahagianya. Serta, menegaskan komitmen yang dilakukan Pemkot Tangsel dalam upaya nyata peningkatan pengumpulan zakat di Tangsel.

“Alhamdulillah, kami menerima penghargaan ini. Mempertegas bahwa komitmen kami di Pemkot Tangsel terus melakukan upaya nyata dalam peningkatan pengumpulan zakat di Tangsel,” ujarnya.

Selain itu, Benyamin juga mengapresiasi capaian kinerja Baznas Kota Tangerang Selatan yang telah bekerja keras dalam mensejahterakan masyarakat. Serta ikut membantu pemerintah dalam upaya pengentasan kemiskinan di kota termuda se-Provinsi Banten ini.

“Kami Pemerintah Kota Tangerang Selatan sangat mengapresiasi program yang diusung oleh Baznas Kota Tangsel. Semoga kedepan program semakin ditingkatkan dan memberikan kemaslahatan untuk seluruh masyarakat di wilayah Tangerang Selatan,” tutupnya.(yud)

 




Wajib Punya KIA di Tangsel: Ini Persyaratan, Manfaat dan Lokasi Urusnya

Kabar6-Setiap warga usia kurang dari 17 tahun di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) didorong punya Kartu Identitas Anak (KIA). Ada banyak manfaat dalam rangka meningkatkan pendataan, perlindungan dan pelayanan publik serta pemenuhan hak konstitusional Warga Negara Indonesia.

“Manfaat KIA selain sebagai bukti diri yang sah juga dapat digunakan sebagai persyaratan pendaftaran sekolah,” kata Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Dedi Budiawan kepada kabar6.com, Kamis (29/2/2023).

**Baca Juga:Dua Aset Pemkot Tangsel Senilai Rp 23 Miliar Lebih Terselamatkan

Ia menerangkan, KIA juga dapat dipakai untuk pelayanan kesehatan di puskesmas atau rumah sakit, pembuatan dokumen keimigrasian dan untuk mencegah perdagangan anak serta untuk pelayanan publik lainnya. Pembuatan KIA dapat langsung ke lokasi-lokasi yang mudah dijangkau.

Dedi sebutkan lokasinya di Teraskota, Living World Alam Sutera dan Pamulang Square loket buka pada Sabtu hingga Rabu mulai pukul 10.00 sampai 14.00 WIB. Khusus Sabtu mulai pukul 16.00 hingga 21.00 WIB.

Di Plaza Bintaro loket pelayanan KIA buka mulai Minggu sampai Jum’at pukul 10.00 hingga 14.00 WIB. Khusus Sabtu mulai pukul 16.00 hingga 21.00 WIB.

Kemudian juga loket pada Mall Pelayanan Publik di Cilenggang, Puspemkot Tangsel, Universitas Muhammadiyah Jakarta, Universitas Pamulang di Viktor beroperasi mulai pukul 09.00 hingga 14.00 WIB. “Jika sudah dapat email cukup perlihatkan saja,” papar Dedi Budiawan.

Adapun persyaratan pembuatan KIA antara lain, fotocopy akta kelahiran; fotocopy kartu keluarga; dan pas foto ukuran 3X4 dengan latar warna merah untuk kelahiran tahun ganjil, serta warna biru bagi kelahiran tahun genap.

Dedi sebutkan, warga pemohon KIA juga dapat urus berkas persyaratan lewat layanan aplikasi Gojek dan Grab. Loket Drive Thru Dukcapil Tangsel di bekas kantor Kecamatan Setu tutup sebelum pukul 12.00 WIB.

“Jadi dokumen persyaratan yang dikirim lewat layanan ojol mesti dilengkapi nomor telepon pemohon dan alamat email,” terangnya.

Dedi pastikan bahwa dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Tahun Ajaran 2024 mulai tingkat SD hingga SMP di Kota Tangsel menjadi salah satu berkas persyaratan. Makanya di sekolah-sekolah dapat diurus secara kolektif.

Kebijakan di atas telah tertuang dalam Surat Edaran Nomor : 400.12.2.1/1142/Disdukcapil/2024 tentang Percepatan Kepemilikan KIA sebagaimana termaktub dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2016.(yud)

 




Menakar Kasus Pelajar Binus School di Tangsel Versi Pakar Psikologi Forensik

Kabar6-Kekerasan siswa terhadap peserta didik lain tidak mutlak berupa perundungan atau bullying. Polisi patut mencermati secara spesifik, mana bullying dan ragging.

“Pertanyaannya, seberapa akrab kita lebih-lebih lembaga-lembaga negara dengan istilah ragging?,” kata pakar psikologi forensik, Reza Indragiri Amriel kepada kabar6.com, Kamis (29/2/2024).

Kasus menimpa pelajar di Binus School, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), yang telah menyita perhatian publik secara luas. Korban mendapatkan kekerasan fisik dan psikis dari para seniornya di sekolahan kelas internasional tersebut.

Reza jelaskan, bullying diterjemahkan sebagai perundungan. Sementara ragging, setahunya belum ada sinonimnya dalam bahasa Indonesia. Bullying dan ragging sama-sama kekerasan. Keduanya adalah perilaku tidak baik.

**Baca Juga:Jum’at Besok Polres Tangsel Rilis Penetapan Kasus Perundungan Pelajar Binus School

Tapi, lanjutnya, bayangkan jika seorang anak siapa pun dia sengaja mendekati geng yang dikenal urakan agar bisa bergabung ke dalamnya. Anak itu pun tahu bahwa setiap anggota baru akan dikenai perlakuan tak senonoh dan serbaneka kekerasan.

Lantas, bergabunglah anak itu ke dalam geng tersebut dan dia menjalani ritual atau seremoni kekerasan yang memang merupakan identitas atau budaya geng itu.

“Kalau kronologinya sedemikian rupa, maka kekerasan yang menimpa anak tersebut tidak bisa serta-merta dikategori sebagai bullying. Itu ragging,” jelas Reza.

Baginya dalam bullying dikotomi pelaku dan korban sangat jelas. Sedangkan dalam ragging, relasi antar anak tidak lagi hitam putih. Apalagi jika si anggota baru bertahan dalam geng tersebut, maka ia pun sesungguhnya bukan korban.

Reza berpandangan, pola pikirnya adalah ia secara sengaja melalui “masa belajar” untuk kelak menjadi pelaku kekerasan pula. Bahkan betapa pun si anggota baru babak belur, tetap saja ia awalnya bukan korban bullying.

“Kecuali andai saat dipukuli si anggota baru itu merasa sakit, tak sanggup bertahan, ingin berhenti, apalagi jika ia minta agar tak lagi digebuki, namun anggota-anggota lama terus menghujaninya dengan pukulan, maka pada saat itulah ragging berubah menjadi penganiayaan,” paparnya.

Baik bullying maupun ragging, Reza menambahkan, keduanya memang harus disetop. Namun dengan mengidentifikasi secara akurat apakah kejadian yang polisi tangani sesungguhnya merupakan bullying atau ragging, proses penegakan hukum akan berjalan tepat sasaran.

“Pun masyarakat akan bisa menakar sebesar apa simpati perlu diberikan,” tutupnya.

Diketahui, kasusnya kini telah ditangani Unit Perlindungan Perempuan dan Anak Satreskrim Polres Tangsel. Penyidik telah periksa sedikitnya 17 saksi-saksi pelajar yang terlibat langsung maupun menyaksikan tapi tidak mencegah.

Pada Jum’at besok rencananya digelar penetapan kasus. Perkara ini menjerat anak seorang artis terkenal di dunia hiburan Tanah Air. Bahkan santer tersiar kabar diduga juga melibatkan anak-anak para pemilik strata sosial kelas atas.(yud)

 




Pengemudi Maxim yang Ditabrak di Tangsel Terima Santunan Rp8 Jutaan

Kabar6-Keselamatan pengemudi menjadi salah satu faktor penting dalam berkendara, maka dari itu Maxim selaku salah satu penyedia layanan transportasi daring terbesar di Indonesia memberikan perlindungan melalui santunan biaya pengobatan dari Yayasan Pengemudi Selamat Sejahtera Indonesia (YPSSI).

Seperti yang dialami oleh salah satu pengemudi Maxim di Tangerang Selatan berinisial DP yang mengalami kecelakaan saat berkendara. DP bersama penumpang Maxim ditabrak oleh motor yang melanggar lampu lalu lintas. Dari kejadian ini, DP mengalami patah pada bagian kaki. Dari kejadian tersebut, DP menerima santunan berupa penggantian biaya pengobatan sebesar Rp 8,231,757 dari YPSSI.

**Baca Juga:KPPS di Tangsel Wafat Tinggalkan Janin Bayi Usia Delapan Bulan dalam Kandungan Istrinya

Head of Subdivision Maxim Tangerang Selatan, Imam Prabuwijaya berharap bantuan ini dapat bermanfaat bagi DP “Kami dari Maxim Tangerang Selatan berharap semoga bantuan santunan ini dapat bermanfaat dan ikut membantu mengurangi beban biaya pengobatan saudara DP,” ujarnya Rabu (21/2/2024).

Perlu diketahui bahwa santunan akan diberikan kepada pengemudi selama kecelakaan terjadi bukan disebabkan oleh tindakan pengemudi Maxim, sedangkan santunan tetap akan diberikan kepada pengguna Maxim terlepas dari apapun penyebab kecelakaan.

“Kami juga mengimbau kepada seluruh mitra pengemudi untuk selalu menaati peraturan lalu lintas, jangan lupa menggunakan helm, dan selalu berdo’a sebelum berkendara demi keselamatan bersama.” tutupnya.(red)

 

 

 




Psikologis Anak Korban Bullying di Binus School Tangsel Tidak Stabil

Kabar6-Anak korban perundungan dekat Binus School tiba di kantor UPTD PPA Kota Tangerang Selatan (Tangsel) sekitar pukul 14.56 WIB. Pantauan kabar6.com, korban datang mengenakan hoddie warna biru tua.

Korban datang bersama ibunya turun dari mobil Hyundai putih langsung masuk ke dalam gedung. Di ruang tunggu sebelum naik tangga di lantai atas, remaja itu duduk sambil terus menutupkan kepalanya.

Sekitar pukul 17.49 WIB pejabat KPAI dan UPTD PPA menemui wartawan yang hendak konfirmasi terkait hasil konseling psikologis korban.

“Kalau kami sendiri hanya memastikan ya, memastikan anak korban, memberikan penguatan psikologis terhadap anak korban, itu saja sih,” kata komisioner KPAI, Diyah Puspitarini di Rawa Buntu, Kecamatan Serpong, Selasa (20/2/2024).

Ia jelaskan anak korban masih membutuhkan pemulihan. Kondisi psikologisnya belum stabil usai dibullying dan informasinya santer beredar di media sosial dan media massa.

“Pernah dicubit?. Sakit?. Nah seperti itu. Jadi, saya minta bantuan ya, mas, mbak semuanya, agar anak bisa pulih psikologisnya,” jelas Diyah.

**Baca Juga: Bullying di Tangsel, Praktisi: Relasi Kuasa Wajid Dievaluasi Binus School

Hal senada disampaikan tenaga layanan Kementerian Perlindungan Perempuan dan Anak, Permina Sianturi. “Jadi ya kita enggak bisa bilang itu stabil,” tegasnya.

UPTD PPA Kota Tangsel bersama kementerian minta kepada masyarakat pengguna media sosial menghapus konten video bullying yang terjadi di warung dekat Binus School, Serpong Utara. “Biar anak bisa memulihkan kembali traumanya,” harap Diyah.

Para pejabat itu mengecoh wartawan. Anak korban bersama ibunya langsung keluar gedung belok kiri. Mereka ganti menumpang mobil, Honda Jazz warna merah sudah menunggu di depan kantor Kelurahan Rawa Buntu.

Sementara mobil Hyundai warna putih yang ditumpangi ketika datang dibiarkan terparkir di kantor UPTD PPA Kota Tangsel.(yud)




Pemilik Warung Dekat Binus School di Tangsel Bicara soal Viral Bullying

Kabar6-Laporan aksi perundungan (bullying) pelajar Binus School, Kecamatan Serpong Utara, Kota Tangerang Selatan (Tangsel) disinyalir terjadi di sebuah warung. Lapak yang tenar dengan sebutan ‘Warung Ibu Gaul’ menjadi tempat nongkrong para pelajar.

“Kalau nongkrong biasa aja ngobrol dan becanda ga pernah berantem,” kata Hermanto, pemilik warung di Jalan Lengkong Karya, Senin (19/2/2024).

Ia justru merasa bingung dengan informasi yang viral di media sosial ada bully antarpelajar. Informasi itu didengarnya dari para alumni yang datang menanyakan kegaduhan tersebut.

Hermanto mengakui hanya kenal muka dengan L, pelajar yang disebut salah satu pelaku utama dan merupakan anak artis. “Jarang kemari anaknya,” terangnya.

Kasus bullying ini bermula terungkap dari cuitan pemilik akun @BosPurwa di media sosia X (dahulu Twitter). Foto yang ia unggah memperlihatkan seseorang tergolek lemah di tempat tidur rumah sakit.

**Baca Juga: Aksi Bully Santer, Pengelola Binus School di Tangsel Bungkam

Hermanto pastikan setiap berkumpul di warung miliknya tidak ada pelajar yang mabuk-mabukan. Mereka berkumpul selayaknya anak baru gede pria dan wanita yang nongkrong usai pelajaran sekolah.

“Disini paling ngopi, makan mie. Palingan pada becanda. Kalau nongkrong juga pada pake baju sekolah,” ungkapnya.

Hermanto menambahkan jika kelompok tersebut selalu berkumpul usai pulang sekolah.

“Jam setengah 4 paling jam lima sudah pulang. Anaknya Vincen juga Kalau nongkrong biasa pada berbaur. Kalau jail si wajar cuma becanda,” tambahnya.(yud)




Aksi Bully Santer, Pengelola Binus School di Tangsel Bungkam

Kabar6-Aksi perundungan antarpeserta didik di Binus School, Kecamatan Serpong Utara, Kota Tangerang Selatan (Tangsel) santer di media sosial. Seorang pelajar yang menjadi korbannya dikabarkan sampai harus menjalani perawatan di rumah sakit.

Pelaku diduga adalah anak-anak dari sosok terkenal di Indonesia. “Mereka anak-anak pesohor, dan ngerinya lagi sampai disundut rokok!” tulis akun @BosPurwa dilansir pada Senin, 19 Februari 2024.

Pemilik akun itu menggunggah aksi bullying di media sosial X (dahulu Twitter).@BosPurwa juga sempat pamerkan korban dirawat di rumah sakit.

Sementara itu, pengelola Binus School yang terletak di Lengkong Karya membatasi tamu yang hendak masuk. Petugas keamanan melarang wartawan masuk dengan dalil pejabat berwenang tidak ada di kantor.

**Baca Juga: Pj Wali Kota Nurdin : Ajarkan Ilmu Geospasial Sejak Dini agar Bisa berkontribusi pada Pembangunan

“Maaf, kita kan hanya petugas yah. Siapapun yang bertemu beliau, tidak ada,” ungkap seorang petugas keamanan Binus School.

Pria itu merasa dilematis. Meski demikian ia tidak dapat menolak perintah bahwa wartawan dilarang masuk ke area sekolahan kaum borjuis tersebut.

“Saya mah, gimana ya,” singkatnya. Sementara itu, aktivitas kegiatan belajar mengajar tetap normal seperti biasa.

Arus keluar masuk kendaraan milik jemputan peserta didik tampak ramai. Aksi perundungan dikabarkan terjadi pada 2 Februari 2024 lalu.(yud)




Iming-iming Kasih Stiker Tolelolet, Pria Pedofil Ditangkap Sekuriti di Tangsel

Kabar6-Seorang pria berinisial R, 32 tahun, diamankan oleh petugas keamanan Puspemkot Tangerang Selatan (Tangsel). Ia dilaporkan anak-anak di bawah umur telah melakukan pelecehan seksual.

“Bocah belakang ngadu, akhirnya kita pancing biar kemari,” ungkap Ilyas, petugas sekuriti kepada kabar6.com, Selasa (6/2/2024).

Menurutnya, R diamankan pada Sabtu malam kemarin. Pelaku sempat mengelak dan setelah diinterogasi akhirnya mengakui perbuatannya.

“Dia ngaku ‘iya saya pedofil’,” terang Ilyas. Pada handphone milik pelaku banyak menyimpan video porno anak-anak.

**Baca Juga:Geger Bayi Menangis Dalam Kantung Plastik Ditemukan Warga Ciruas Serang

Ilyas menjelaskan, pelaku suka memegangi alat kelamin anak yang menjadi korbannya di Pamulang. Bahkan tidak jarang pelaku mengancam akan menggebuki jika menolak ajakan R.

Korban yang berjumlah tiga orang, oleh R suka diajak ke Terminal Pondok Cabe untuk melihat bus. “Bocah diiming-imingi dikasih stiker tolelolet sama pelaku,” jelasnya.

Pelaku yang terperangkap pancingan ketika diamankan akhirnya diserahkan ke polisi. Anggota Mapolsek Pamulang langsung menggelandang pelaku ke Polres Tangsel.

“Tadi bocah korbannya udah divisum,” ujar Ilyas. Kepadanya pelaku mengaku asal Serang dan bermukim di Cinere, Kota Depok.

Hingga berita ini diturunkan kabar6.com coba mengkonfirmasi Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak Satreskrim Polres Tangsel, Iptu Galih Dwi Nuryanto. Pesan singkat yang dikirim belum direspon.(yud)




Latih Fisik dan Mental, 459 Pelajar di Tangsel Ikuti Diklat Paskibra

Kabar6-Sebanyak 459 pelajar dari 43 sekolah menengah atas sederajat di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) mengikuti pendidikan dan pelatihan pasukan pengibar bendera (Paskibra). Kegiatan ini dibuka oleh Wali Kota Tangsel, Benyamin Davnie.

“Tentu ini adalah hal yang positif sekali untuk anak remaja,” ungkap Benyamin dikutip Senin (5/2/2024).

Ia menerangkan, pelajar bukan hanya diajari teknik baris berbaris. Pelajar juga didorong mengedepankan sikap bela negara serta cinta Tanah Air.

“Selain itu mereka juga dididik sebagai pribadi yang mandiri dan disiplin tentunya,” terang Benyamin.

Diharapkan, lanjutnya, para generasi muda dapat menjadi pelaku pembangunan dan kemajuan Kota Tangsel yang cerdas, modern dan religius.

**Baca Juga: Kawal Damai dan Lancar, Kejari Tangsel Buka Posko Pemilu 2024

“Harapannya kegiatan itu bisa membuat pemuda di Tangsel menjadi lebih maju. Seperti motto kami,” harap Benyamin.

Sementara itu, Ketua Purna Paskibra Indonesia (PPI) Tangsel, Warta Wijaya menyebutkan, kegiatan diklat rutin digelar setiap tahunnya setelah dilaksanakan latihan gabungan.

“Kegiatan itu bertujuan melatih fisik dan mental para calon anggota paskibra,” terangnya.

Warta bilang, pelatihan bertujuan untuk membentuk mental,fisik dan sikap dari calon calon paskibra sekolah, serta mempersiapkan diri dari segi materi kepaskibraan.

“Contohnya materi tata upacara bendera, kepemimpinan, dan kepaskibraan,” tutupnya.(yud)




Ocean BXSea Wahana Piknik Baru di Tangsel, Cucu Presiden Jokowi Happy Melihat Biota Laut

Kabar6-Ada tempat piknik baru di Tangerng Selatan. Oceanarium BXSea, akuarium raksasa yang dibuat indor. Dua minggu lalu Presiden Jokowi bersama dua cucunya piknik di wahana ini.  Kebahagiaan itu diposting  sang  kakek di IG. Seperti apakah akuarium kaca ini?

Ocean BXSea berada di Bintaro Jaya Xchange Mall 2, Kota Tangerang Selatan. Dibuka pertengah Desember 2023. Kini semakin hits setelah Presiden Joko widodo bersama 2 cucu nya Jan Ethes dan La Lembah Manah berpiknik di BXSea.

**Baca Juga:HOLEO, Atraksi Wisata Pertama di Indonesia yang Cocok untuk Berkreasi dan Berelasi

Kunjungan presiden dengan 2 cucunya menjadikan wahana ini booming. Jika berencana berkunjung ke sana, simak jam buka dan harga tiketnya.

BXSea Buka setiap hari jam dari jam 10:00-22:00 WIB, dengan pembelian tiket terakhir di jam 21:00.

Tiket reguler (Max. Pembelian 5 tiket dalam 1x transaksi)

Short Journey – weekend Rp.85000
Short Journey – weekdays Rp.75000
Long Journey – weekend Rp.175000
Long Journey – Weekdays Rp.150000
Tiket Rombongan (Min. Pembelian 20 tiket dalam 1x transaksi)
Long Journey – weekend Rp.157500
Long Journey – Weekdays Rp.135000

Tiket VIP (Min. Pembelian 5 tiket dalam 1x transaksi)

VIP – Weekend Rp.200.000
VIP – Weekdays Rp.175.000

Berbagai biota laut bisa anda lihat bersama anak-anak anda. Seperti Journey Rainforest, Shark Path, Mangrove Zone, dan Jelly Fish.(*/tan)