oleh

Sungai Cisadane Mengering, 1.560 Hektar Sawah di Kabupaten Tangerang Kekeringan

Kabar6-Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Tangerang mencatat kekeringan telah melanda 1.560 hektar lahan persawahan saat ini. “Data luas pertanaman padi sawah yang terdampak sampai hari ini seluas 1.560 ha,” ujar Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Tangerang Azis Gunawan, Rabu (21/8/2019).

Azis menjelaskan, ribuan hektar sawah kekeringan itu terbagi dalam ; 660 ha kekeringan ringan, 411 ha kekeringan sedang, 288 ha kekeringan berat dan 201 ha puso (gagal panen). “Luas yang terdampak bertambah sebesar 115 ha dari minggu sebelumnya,” kata Azis.

Menurut Azis, lahan persawahan yang terdampak kekeringan itu sekitar 6,2 persen dari total luas pertanaman padi sawah di Kabupaten Tangerang 25.122 ha. Lahan persawahan itu banyal berada di wilayah utara seperti Sepatan, Mauk, Pakuhaji, Teluknaga, Sukadiri, Kemiri, Kronjo.

Azis mengakui kekeringan yang melanda lahan persawahan ini salah satu faktornya adalah mengeringnya sungai Cisadane. “Saluran irigasi yang airnya dari Sungai Cisadane sudah kering dan tak bisa menjangkau lahan persawahan yang ada di wilayah utara Kabupaten Tangerang,” katanya.

Selain berdampak pada lahan persawahan. Kekeringan di Kabupaten Tangerang saat ini semakin parah dan meluas ke 26 kecamatan dari 29 kecamatan yang ada.

**Baca juga: Kekeringan di Kabupaten Tangerang Meluas ke 26 Kecamatan.

yaitu ; Cisoka, Solear, Tigaraksa, Jambe, Cikupa, Panongan, Curug, Legok, Pagedangan, Cisauk, Pasar Kemis, Sindang jaya, Balaraja, Jayanti, Sukamulya, Kresek, Gunung Kaler, Kronjo, Mekar baru, Mauk, Kemiri , Rajeg, Sepatan, Pakuhaji, Teluknaga dan Kosambi.

Kondisi ini semakin parah jika dibandingkan akhir Juli lalu. Berdasarkan data BPBD Kabupaten Tangerang hingga akhir Juli tercatat 11 kecamatan dari 29 kecamatan mengalami kekeringan yang berdampak pada krisis air bersih. Titik kekeringan itu berada di Kecamatan Tigaraksa, Legok, Curug, Jambe, Panongan, Jayanti, Teluknaga, Kosambi, Sindang Jaya, Kronjo dan Mauk. (GFM)

Berita Terbaru