oleh

Sumber Air Minim, Tim Damkar Kesulitan Padamkan Kebakaran Pabrik Tas

Kabar6-Minimnya sumber air menjadi salah satu faktor terhambatnya proses pemadaman api dalam kebakaran yang melanda pabrik tas milik PT Abadi Tunggal Mandiri Putra, di kampung Jaha, Kecamatan Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, Jum’at (24/8/2012).

Setidaknya hal itu dirasakan oleh tim Pemadam Kebakaran dari Badan Penanggulang Bencana dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Tangerang, dalam proses pemadaman api.

Bahkan, meski sudah mengerahkan sebanyak 21 unit mobil pemadam kebakaran, hingga kini api yang sudah melalap bangunan pabrik tersebut belum juga bisa dipadamkan.

“Sulitnya mendapatkan sumber air, ditambah musim kemarau dan angin yang kencang membuat api terus membesar dan sulit dipadamkan,” ujar Komandan Operasional Pemadam Kebakaran Kabupaten Tangerang, Kusnadi, siang ini.

Satu-satunya sumber air yang ada, kata Kusnadi adalah air danau yang berada di kompleks Pemerintahan Kabupaten Tangerang yang jaraknya sekitar 2,5 kilometer dari lokasi kebakaran.

Karena jaraknya yang cukup jauh, kata Kusnadi, mereka terpaksa melakukan pengambilan air dan pemadaman api dengan cara dinamis yaitu air yang sudah diambil dari danau menggunakan mobil pemadam kebakaran langsung dibuang ke lokasi kebakaran.

Faktor lainya penyebab api sulit dipadamkan, kata Kusnadi, adalah bahan didalam pabrik seperti karet, lem, kulit, cat, thiner dan bahan kimia lainnya yang mudah tersulut api dan membuat api semakin sulit dijinakkan.

Menurut Danu, warga yang tinggal di sekitar, api mulai muncul sekitar pukul 10.15 di dalam salah satu bangunan pabrik. Seorang penjaga pabrik yang berada dilokasi tersebut kebingungan dan hanya berteriak-teriak panik.

“Api saat itu dengan cepat membesar dan warga melapor ke Polsek Tigaraksa. Namun satu jam kemudian petugas pemadam kebakaran baru tiba dilokasi,” katanya

Kapolsek Tigaraksa Komisaris Afroney menambahkan, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa kebakaran itu. Namun, seluruh bangunan pabrik dan satu bus milik perusahaan hangus terbakar. “Kerugian diperkirakan mencapai milyaran,” kata Afroney.(ras/dre)

Berita Terbaru