oleh

Studi Ungkapkan Pekerjaan yang Potensial Bikin Pria & Wanita Selingkuh

Kabar6-Ada banyak alasan yang diungkapkan mengapa seseorang berselingkuh, misalnya merasa terancam hingga merasa diabaikan. Tidak hanya itu, banyak kasus selingkuh berawal dari kurangnya dukungan secara emosional dari pasangan.

Sebuah penelitian menunjukkan, orang yang bekerja di industri tertentu memiliki kecenderungan lebih tinggi untuk tidak setia. Penelitian ini, melansir viva.co.id, dilakukan oleh Ashley Madison, lewat situs kencan terkemuka dunia yang melayani perselingkuhan. Dalam studi ini, lebih dari 1.000 anggota situs web mengambil bagian dalam mengisi survei dan mengungkapkan beberapa hasil yang cukup mendalam.

Studi mengamati bahwa pria dan wanita yang bekerja di industri tertentu seperti perniagaan memiliki peluang lebih tinggi untuk menemukan pasangan lain, angkanya mencapai 20 persen. Menurut direktur komunikasi situs tersebut, Isabella Mise, hal itu akibat dari tidak menentunya jam kerja orang-orang yang bekerja di industri niaga (berdagang), sehingga sangat mudah bagi mereka untuk berselingkuh.

“Pekerjaan dalam perdagangan sering kali memiliki jam kerja yang tidak teratur. Sering terstruktur dalam pekerjaan shift yang berarti lebih mudah untuk berselingkuh dengan mitranya,” kata Mise.

Sementara itu, seorang pengusaha menempati posisi ketiga sebagai pekerja yang rentan berselingkuh dengan persentase 11 persen dan dikatakan bahwa mereka cenderung mengambil alih kehidupan seks mereka dengan cara melakukan bisnis.

Di sisi lain, 23 persen dari responden wanita yang bekerja di bidang medis seperti dokter dan perawat rentan untuk berselingkuh. “Kombinasi dari jam panjang potensi stres yang dicampur dengan reaksi alami terhadap stres mungkin menjadi alasan para wanita dalam profesi medis berselingkuh,” kata Mise.

Berikut daftar lengkap bidang pekerjaan pria dan wanita yang rentan berselingkuh. Untuk pria disebutkan perdagangan (29 persen), Teknologi Informasi (12 persen), pengusaha (11 persen), ritel atau perhotelan (8 persen), keuangan (8 persen), pemasaran komunikasi (6 persen), medis (5 persen), legal (4 persen), pendidikan (4 persen), seni & hiburan (3 persen), pertanian (3 persen), serta pekerjaan sosial (2 persen).

Sementara wanita adalah medis (23 persen), pendidikan (12 persen), pengusaha (11 persen), keuangan (9 persen), pekerjaan sosial (9 persen), ritel dan perhotelan (9 persen), Teknologi Informasi (8 persen), komunikasi pemasaran (4 persen), perdagangan (4 persen), legal (4 persen), seni & hiburan (4 persen), serta politik (1 persen). ** Baca juga: Tamu Undangan di Sebuah Pesta Pernikahan Marah Disuguhi Hidangan Seadanya

Benarkah demikian? (ilj/bbs)

ID:2659 Responsif

Berita Terbaru