oleh

Stasiun Rangkasbitung Diperluas, Bisa Layani 83.000 Penumpang per Hari

Kabar6-Kapasitas Stasiun Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, untuk melayani penumpang Kereta Api (KA) Lokal dan KRL Commuter Line akan ditingkatkan seiring beban stasiun yang sudah cukup berat dengan pertumbuhan penumpang menuju Stasiun Tanah Abang yang semakin tinggi.

Balai Teknik Perkeretaapian (BTP) Wilayah Jakarta dan Banten Ditjen Perkeretaapian Kemenhub menyampaikan, peningkatan Stasiun Rangkasbitung akan dimulai tahun ini untuk tahap pertama, dan tahap kedua pada tahun 2023-2024.

“Untuk tahap pertama di bulan Mei, masih di dalam stasiun yang peron itu. Nanti tahap dua tahun 2023-2024 untuk pengembangan kawasan gedung,” kata Kepala BTP Wilayah Jakarta & Banten, Rode Paulus Gagok Pudjiono, kepada wartawan, di Rangkasbitung, Rabu (22/6/2022).

Bangunan stasiun seluas kurang lebih 8.000 meter persegi. Dibutuhkan lahan kurang lebih seluas 3.950 meter persegi untuk pembangunan pada tahap dua

Stasiun Rangkasbitung akan memiliki 2 buah peron dilengkapi eskalator dan lift. Nantinya ada 9 track, terdiri dari 3 jalur stabling, 3 jalur KRL, 2 jalur KA Lokal, dan 1 jalur Depo.

“Peningkatan kapasitas stasiun untuk melayani KA Lokar dan Commuter dari 26.000 ke 83.000 orang per hari,” ucap Rode.

Pembangunan tahap dua juga dalam ranga peningkatan keselamatan untuk menghilangkan penyeberangan penumpang dan perlintasan sebidang.

“Juga mendukung reaktifasi jalur KA Rangkasbitung-Pandeglang,” ujar dia.

**Baca juga: Strategis, Rangkasbitung Bakal Jadi Stasiun Sentral di Banten

Ia berharap dukungan pemerintah daerah terkait lahan yang dibutuhkan untuk pembangunan di tahap dua.

“Supaya pelaksanaan pembangunan bisa segera dilaksanakan dan bisa selesai dalam waktu dekat. Selama penertiban lahannya belum siap ya sama seperti yang kita rencanakan pembangunan Stasiun Rangkasbitung ini tidak akan terwujud,” katanya.(Nda)