oleh

Soal Proyek Molor, Dindik Tangsel Terkesan Lindungi Kontraktor Bandel

Kabar6–Meskipun sudah mendapati secara tegas kontraktor 8 SDN tidak tuntas menyelesaikan tugasnya pada 20 Desember 2012 lalu, Dinas Pendidikan Kota Tangsel baru bisa memberikan sanksi denda kepada
mereka.

Bahkan, ketika diminta menyebutkan nama kontraktor bandel tersebut, Dindik terkesan melindunginya.

“Kami sudah panggil kontraktor yang belum menyelesaikan pembangunan 8 sekolah tersebut. Harusnya mereka selesai membangunnya pada 20 Desember lalu. Dan kami sudah berikan tengat waktu selama 50 hari dari batas akhir pengerjaan,” jelas Mathodah, Kepala Dinas Pendidikan
(Dindik) Tangsel, Selasa (8/1/2013).

Menurut Mathodah, para kontraktor yang lamban pengerjaan proyek tersebut beralasan bahwa musim hujan yang menghambat mereka menyelesaikan proyek tepat waktu.

“Kami tidak mendengarkan alasan mereka, sebab sesuai kontrak semua harus selesai tepat waktu. Kalau
selama masa tengat yang kami berikan tidak juga diselesaikan, kontraktornya kami coret,” tegasnya.

Masih kata Mathodah, saat ini hingga habis masa denda selama 50 hari kerja kedepan, para kontraktor tersebut terus dikenakan denda yang harus dibayarkan setiap hari. Dimana dendanya sebesar Rp.1/1000 milimeter dari nilai kontrak.

“Setiap hari mereka harus bayar denda ke Pemerintah, atau nanti bisa dipangas langsung dari pembayaran yang harusnya mereka terima,” tandasnya.

Disinggungg lebih jauh nama-nama kontraktor yang lamban mengerjakan
proyek, kali ini Mathodah tidak terbuka lebih rinci dan terkesan menyembunyikan namanya dari warawan. Mathodah mengaku tidak hapal jelas nama CV atau PT pemegang proyek tersebut.

“Intinya, sanksi sudah dijalankan. Tapi, saya tidak hapal nama-nama kontraktornya,” elak Mathodah.

Pantuan di lapangan, akibat lambannya pengerjaan proyek pembangunan sekolah tersebut, salah satunya di SDN Buaran 1 dan 4, yang kini masih tahap pemasangan lantai, ratusan siswa sekolah tersebut masih menumpang belajar di SD Waskito.  “Iya masih numpang, kapan selesainya
sih?,” tanya Masyitoh, salah satu wali siswa SDN Buaran 1, Selasa (8/1/2013).(iqmar)

Berita Terbaru