oleh

Soal Beda Harga Minyak Goreng, Disperindag Tangsel Berikan Waktu Seminggu

Kabar6-Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Tangerang Selatan (Disperindag Tangsel) memberikan tenggat 1 minggu kepada pasar tradisional, untuk mengikuti harga minyak goreng Rp14 ribu perliter.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Disperindag Tangsel, Heru Agus Santoso menjelaskan, pasar tradisional saat ini masih menjual stok minyak goreng.

Maka dari itu, pihaknya memberikan tenggat waktu 1 minggu ke pasar tradisional untuk menghabiskan stok minyak goreng dengan harga Rp21 ribu perliter atau Rp40 ribu per 2 liter.

“Jadinya mereka di berikan waktu untuk menghabiskan stok itu satu minggu. Tugas kami adalah melakukan pembinaan kepada pengelola pasar, untuk kemudian segera mengingatkan mereka di berikan waktu satu minggu dari tanggal 19 Januari kemarin,” ujarnya kepada Kabar6.com di Kantor Disperindag Tangsel, Ciputat, Jumat (21/1/2022).

Diberitakan sebelumnya, Harga minyak goreng antara minimarket dan pasar tradisional di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) berbeda.

Dalam pantauan Kabar6.com di minimarket, harga minyak goreng sudah terpukul rata diharga 14 ribu perliter, atau biasa dijual dengan 28 ribu per 2 liternya.

Sedangkan, untuk Pasar Tradisional sendiri, menurut Pengelola Pasar Ciputat Syaiful, harga minyak gorwng masih bertahan di harga Rp21 ribu perliter, dan Rp40 ribu per 2 liternya.

“Minyak curah 1 kilogram 20 ribu, minyak bermerk Shanko 21 ribu perliter, Bimoli kemasan 2 liter 40 ribu, masih sama kaya kemarin,” ujarnya kepada Kabar6.com, Jumat (21/2/2022).

**Baca juga: 51 Orang Positif Omicron Sekolah Boarding di Serpong Tutup

Menanggapi hal itu, Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Tangsel, Heru Agus Santoso mengatakan, jika di pasar para pedagang terkendala masalah stok yang masih tersedia di harga yang lama.

“Kalau yang di pasar, ini pedagang sudah punya stock dulu, dengan adanya minyak subsidi,” ungkapnya saat dikonfirmasi.(eka)

Berita Terbaru