Siwak Dibenamkan Iklan Pasta Gigi

Dengan dasar sederetan penelitian ilmiah, World Health Organisation (WHO /Organisasi Kesehatan Dunia)  sejak tahun 1986 telah merekomendasikan penggunaan Siwak. Karena ternyata ekstrak tanaman siwak pada konsentrasi yang tinggi mampu mengalahkan kehandalan zat desinfektan oral dan anti plak lain yaitu triklosan dan klorheksidin glukonat yang dinyatakan terdapat dalam pasta gigi.

Iklan-iklan pasta gigi yang ada di berbagai media, terutama televisi, selalu mengunggulkan bahwa pasta gigi produk mereka mengandung triklosan dan klorheksidin glukonat.

Padahal, dibandingkan dengan Siwak, zat-zat yang terkandung dalam pasta gigi tersebut tidak ada apa – apanya.Dan pihak-pihak yang berkepentingan selalu berusaha menutup-nutupi rekomendasi WHO tersebut, bisa untuk tujuan melancarkan bisnis mereka, atau bisa juga dengan tujuan lain, agar kebenaran- kebenaran hakiki yang bersumber dari Al-Qur’an tidak tersebar luas di masyarakat.

Iklan-iklan pasta gigi yang selalu didengungkan, menggunakan fluoride yang dapat memperkuat kesehatan gigi, padahal fluoride termasuk zat kimia yang berbahaya dan fluoride bahkan juga dimasukkan dalam air minum kemasan dengan sejumlah merek yang dijual di Indonesia.

Untuk mengetahui sejauh mana kebenaran pasta gigi yang diiklankan ke masyarakat secara luas, tanyakan langsung kepada dokter gigi yang jujur, terbebas dari berbagai kepentingan, serta independen. Kalau memang benar pasta gigi ampuh seperti kalimat dalam iklannya, takkan mungkin WHO merekomendasikan penggunaan siwak. 

Penelitian kanker oleh Program Toxicology Nasional menemukan sampel yang diberi fluoride memiliki tumor thyroid, tumor rongga mulut, dan tumor hati yang sebenarnya jarang terjadi.

Lalu Penelitian pada hewan juga menunjukkan fluoride juga meningkatkan resiko kanker kandung kemih (National Research Council).

Di Belgia sudah sejak lama (2002) melarang penggunaan fluoride pada pasta gigi, suplemen, obat tetes mata, permen karet, dan semua produk ber-fluoride tak boleh ada di pasaran. Negara lainnya yang juga melakukan itu, Austria, Denmark, Prancis, Italia, Luxembourgh, Jerman, Belanda, Finlandia, Swedia dan Norwegia.

Di Indonesia sendiri, masih beredar, tidak cuma pasta gigi, tetapi air minum kemasan, permen karet dan banyak lagi jenis produk konsumsi lainnya.

Riset yang dilakukan  para peneliti dari perusahaan Wrigley  tahun 2007, juga membuktikan bahwa Siwak mengandung anti bakteri dan memiliki efek anti bakteri yang tinggi terhadap bakteri penyebab bau mulut. Hasil riset ini diumumkan lewat Jurnal Agrikultur dan Kimia Bahan Pangan.

Dalam kayu Siwak ditemukan sejumlah besar klorida, fluor, trimetilamin, resin, silika, sulfur dan vitamin C. Ahli gigi dan mulut di seluruh dunia tak dapat membantah bahwa zat-zat inilah yang dibutuhkan untuk kesehatan gusi, gigi dan mulut.Dan siapa yang menggunakannya dengan konsisten, akan terhindar dari penyakit – penyakit tersebut.

Tumbuhan yang bernama latin Salvadora Persica ini, sudah digunakan oleh Rasulullah SAW. “Kami biasa menyiapkan sebuah siwak dan air untuk wudhu bagi Rasulullah SAW kapan pun Allah menghendaki beliau bangun dari tidur malam, beliau akan membersihkan giginya dengan siwak, mengambil wudhu, lalu mendirikan shalat”.(HR Muslim ).Dan beliau juga menganjurkan agar kaum muslimin menggunakannya.

Kandungan kimia lainnya yang terdapat dalam Siwak adalah Pottasium, Sodium Bicarbonate, Fluorida, Salvadorin, Tannin yang fungsinya memutihkan dan menguatkan gigi. Kemudian  anti  acterial acids, seperti astringents, abrasive dan detergent yang fungsinya membunuh bakteri, mencegah infeksi, dan mampu menghentikan pendarahan pada gusi. Sedang kandungan enzim, dapat mencegah pembentukan plak pada gigi. Lalu anti Decay Agent Antigermal System, yang berfungsi membunuh bakteri di dalam mulut.(zoelfauzilubis@yahoo.co.id)