oleh

Sinyal Sidang Indra Kenz di PN Tangerang Jelek, Wartawan: Yah

Kabar6-Mayoritas awak media hanya bisa menyaksikan sidang pembacaan vonis terdakwa Indra Kesuma alias Indra Kenz dari luar pintu masuk Pengadilan Negeri Tangerang. Sebab kapasitas ruang sidang terbatas.

Sidang pembacaan vonis dilakukan secara videoconfrence. Sejak awal dimulainya sidang jaringan internet terputus-putus.

Akibatnya suara majelis hakim tidak terdengar hingga mengundang reaksi di kalangan awak media. “Yah,” suara kompak sejumlah wartawan di PN Tangerang, Senin (14/11/2022).

Terputusnya jaringan telekomunikasi sidang berulang-ulang. Berselang cukup lama suara majelis hakim kembali terdengar membaca ringkasan surat vonis lantaran setebal 455 lembar.

“Nah gitu dong,” kata Farhan Dwitama, awak media online medcom.id disambut senyuman rekan sejawatnya.

Sebelumnya, Jaksa penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Tangerang Selatan, menuntut terdakwa tindak pidana pencucian uang (TPPU) dan penipuan modus online trading Binary Option (Binomo) Indra Kesuma alias Indra Kenz, dengan pidana penjara 15 tahun.

Tim JPU Kejari Tangsel, Primayuda Yutama, yang membacakan tuntutan tersebut, menyatakan bahwa Indra Kesuma alias Indra Kenz, telah terbukti dan sah melakukan tindak pidana menyebarkan berita bohong dan menyesatkan yang mengakibatkan
kerugian konsumen dalam transaksi elektronik dan pencucian uang sebagaimana diatur dalam Pasal
45A ayat (1) Jo Pasal 28 ayat (1) Undang-undang nomor 19 tahun 2016 tentang perubahan atas undang-undang nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

“Indra Kenz, juga terbukti dan secara sah melanghar Pasal 3 undang-undang nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang sebagaimana dakwaan kesatu dan kedua,” sebutnya dikonfirmasi Kamis (6/10/2022).

**Baca juga: Indra Kenz Tegang Hadapi Sidang Pembacaan Vonis di PN Tangerang

“Menjatuhkan pidana penjara selama 15 tahun dikurangi selama masa penangkapan dan penahanan yang telah dijalani. Menjatuhkan pidana tambahan berupa denda sebesar sepuluh miliar
rupiah, bilamana tidak dibayar diganti pidana kurungan selama 12 bulan,” terangnya.

Primayuda juga menegaskan, bahwa terdakwa Indra Kenz juga tetap ditahan di Rutan Salemba, Jakarta Pusat. Ia juga dibebankan untuk membayar biaya perkara sebesar Rp 5 ribu.(yud)

Print Friendly, PDF & Email