Silpa BPJS Kesehatan di Tangsel Tembus Rp15 Miliar

Ilustrasi (bbs)

Kabar6-‎Ungkapan dari Kepala Bidang Layanan Kesehatan pada Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Toni Kusdianto, cukup mengejutkan.

Ia menyebut, nominal sisa lebih penggunaan anggaran atau silpa BPJS (Badan Pelayanan Jaminan Sosial) Kesehatan, dari alokasi APBD 2015 jumlahnya cukup fantastis.

Itu disampaikan‎ saat acara Forum Musrembang SKPD yang digelar di salah satu rumah sakit swasta di Kecamatan Ciputat, Sabtu (12/3/2016).

“Silpa dari BPJS Kesehatan tahun lalu sampai Rp15 miliar,” ungkapnya.

Toni menyatakan, selama dua tahun terakhir Dinkes Kota Tangsel sedang mendata kader posyandu dibuatkan kartu BPJS Kesehatan. Sistem BPJS sekarang harus dibayarkan per Kartu Keluarga (KK), tidak bisa dibayarkan per individu.

Sedangkan anggaran tahun lalu sebesar Rp15 Miliar untuk pembuatan BPJS Kesehatan, terangnya, menjadi silpa. Toni beralasan, anggaran tidak terserap karena dialihkan untuk penggunaan perlengkapan sarana dan prasarana.

“Sedangkan untuk tahun ini, Dinkes menyiapkan anggaran sebesar Rp 6 Miliar untuk pembuatan pesertaan BPJS para kader dan masyarakat kurang mampu di Tangsel,” terangnya.

Mendengar silpa yang besar dan tidak terserapkan hingga Rp 15 Miliar, Airin pun kaget dan mengeryitkan dahinya Ia mengingatkan kepada seluruh aparatur di Dinkes Kota Tangsel  agar bisa bekerja lebih semangat dan optimal lagi. **Baca juga: Biker Ini Kepergok Aparat Polres Tangsel‎ Saat Buang Sabu.

“Saya tidak ingin anggaran yang Rp6 Miliar ini tidak terserap seperti yang 15 Miliar, Hari Senin duduk bareng undang para kader dan lainnya, jangan sampai silpa dan silpa lagi,” tegas Airin. **Baca juga: Bahaya..! Warga Keluhkan Lubang di Area Parkir Puspemkab Tangerang.

Kepala Dinkes Tangsel Suharno menjelaskan, pihaknya sedang melakukan validasi data BPS berdasarkan Surat Keputusan Walikota dan Dinsosnakertrans Kota Tangsel terkait indikator angka kemiskinan. **Baca juga: Wow, Bos Properti di Tangerang Langganan Perampok.

“Kita sedang mendata ulang berapa jumlah warga miskin yang harus dibayarkan premi BPJS secara gratis oleh Pemkot Tangsel,”ungkapnya. (yud)