oleh

Sidak, Arief “Ngomel” di Kantor Kelurahan Sudimara Selatan

Walikota Tangerang, Arief Wismansyah saat sidak.(hms)

Kabar6-Di tengah gencarnya kampanye peningkatan pelayanan publik yang dilakukan Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang, ternyata masih banyak aparat kelurahan yang belum mengerti tugas dan fungsinya sebagai pelayan masyarakat.

Hal itu terungkap ketika Walikota Tangerang, Arief R. Wismansyah melakukan kunjungan mendadak (sidak) ke Kantor Kelurahan Sudimara Selatan, di Kecamatan Ciledug.

Saat sidak, Arief tampak tak puas dengan kinerja aparatur di kelurahan tersebut. Bahkan, Arief tak sungkan memamerkan raut wajah kecewa.

Kekecewaan itu tak terbendung, manakala orang nomor satu di Kota bervisi Akhlakul Karimah itu mendapati salah seorang warga yang menunggu lama untuk mendapatkan surat pengantar perekaman Kartu Tanda Penduduk Elektronik (e-KTP) dari Kelurahan.

“Masak gara-gara mesin fotocopy enggak ada, terus warganya disuruh nunggu lama begini. Coba Yoga (Ajudan Walikota, red), bilang ke kecamatan buat beliin mesin fotocopy,” tegas Arief, Rabu (31/8/2016).

Arief juga mengomentari kinerja petugas kelurahan setempat, lantaran mendapati berkas pemohon e-KTP berantakan.

“Emang kalau mau bikin e-KTP harus memfotokopi KTP lama? Bukannya cukup pakai KK sama KTP lama saja? Kalau enggak ada mesin fotocopy-kan bisa difoto simpen di komputer. Jadi berkasnya enggak berceceran begini,” ujarnya.

Kekecewaan Walikota juga bertambah ketika melihat kondisi beras yang diperuntukkan untuk keluarga tidak mampu alias Raskin.

Kondisi Raskin dinilainya tidak layak untuk dikonsumsi dan berwana kehitaman. “Ini beras kondisi begini amat. Buat masyarakat kok kayak begini. Coba sambungin ke Kepala Bulog,” perintahnya kepada Ajudan.

Selesai melihat kondisi pelayanan dan beras raskin, Walikota selanjutnya melihat taman yang berada persis di depan kantor kelurahan, yang dipenuhi oleh rumput liar dan sampah. **Baca juga: Gatot Purwanto, Anggota DPRD Kota Tangerang Tutup Usia.

“Ayo mana ini staf kelurahan, Walikotanya nyabutin rumput malah bergaya aja,” papar Walikota sambil mencabuti rumput liar sementara para staf kelurahan hanya menonton. **Baca juga: Bayi Pemakan Ular di Banten Alami Infeksi Paru-paru.

“Gimana warganya mau hidup bersih, kalau aparatnya ngasih contohnya enggak benar,” sambungnya lagi.(hms/zar)

Berita Terbaru