oleh

Siapa Sangka Video Call Ternyata Sudah Ada Sejak 1950

Kabar6-Video call (panggilan video) adalah fitur jaringan 3G yang memungkinkan dua penelepon untuk berbicara satu sama lain sementara pada saat yang sama melihat bentuk video langsung telepon masing-masing. Untuk membuat panggilan video, kedua pengguna harus memiliki ponsel 3G yang mendukung fitur ini dan mereka berdua harus berada dalam jangkauan jaringan 3G.

Zaman sekarang, sudah banyak orang yang menggunakan fasilitas video call yang menciptakan kesan ‘lebih dekat’ dengan lawan bicara. Namun tahukah Anda, video call ternyata sudah ada sejak dulu, tepatnya pada 1950? Diansir Dailymail, terdapat cuplikan menarik yang memperlihatkan keheranan seorang wanita saat melakukan panggilan telepon video pada 1950 silam.

Telepon dalam cuplikan yang diambil di kantor Bell Labs di San Francisco ini harganya mencapai Rp600 juta. Rekaman tersebut merupakan bagian dari newsreel pada 1955, yang menunjukkan seorang wanita menggunakan telepon dial-up dengan dua layar kecil di depannya. Wanita tadi bisa dilihat di salah satu layar, dan setelah memanggil nomor yang dibutuhkan, seorang pria tiba-tiba muncul di layar lain sambil mengangkat gagang telepon.

Sebelum menutup telepon, keduanya terlibat pembicaraan singkat. Sementara itu demonstrasi publik pertama dari sebuah panggilan video terjadi pada 1927 dengan sifat satu arah antara Herbert Hoover, sekretaris perdagangan Amerika Serikat, dengan pejabat perusahaan AT & T Amerika di Washington.

Pada 1963, para insinyur mengembangkan videophone eksperimental pertama yang dikenal sebagai Picturephone. Selanjutnya pada 1971, Picturephone generasi kedua hadir dalam layanan publik, dirancang untuk menjadi sistem lengkap yang dapat mendukung komunikasi video dua arah melalui sirkuit telepon. Picturephone menggunakan transmisi video yang serupa dengan yang digunakan dalam siaran televisi. ** Baca juga: Ini Rumah Sakit di Swedia yang Layani Pria Korban Pemerkosaan

Layarnya yang digunakan 14 x 12,5 centimeter, memiliki mikrofon berdiri bebas dan tampilan video terpisah. Akhirnya AT & T memutuskan bahwa videophone tidak lebih dari sebuah ‘konsep yang mencari pasar’, dan pada akhir 1970-an hal ini dihentikan.(ilj/bbs)

Berita Terbaru