Sering Konsumsi Makanan Olahan Picu Penyakit Berbahaya

kabar6.com
Ilustrasi/bbs

Kabar6-Tidak sedikit orang yang karena memiliki segudang aktivitas, lebih memilih mengonsumsi makanan olahan yang dinilai sangat praktis, dan tidak membutuhkan waktu untuk mengolahnya.

Meskipun demikian, makanan olahan memiliki ‘reputasi buruk’ karena biasanya sudah melalui proses dan penambahan sejumlah zat yang dapat membahayakan kesehatan. Salah satu adalah dapat memicu risiko kanker.

Para peneliti dari Universitas Sorbonne Paris Cite, Prancis, melansir timesindonesia, menemukan kaitan antara makanan olahan dengan risiko kanker. Mereka mengategorikan jenis makanan tersebut sebagai ultra-processed food. Penelitian dilakukan terhadap 105 ribu orang. Dalam studi, terindikasi bahwa semakin banyak makanan olahan jenis ultra-processed dikonsumsi, maka semakin tinggi pula risiko kanker. Badan Kesehatan Dunia (WHO) pun mengatakan bahwa daging olahan juga dapat sedikit meningkatkan risiko kanker.

Para peneliti melakukan survei makanan selama dua hari untuk mengetahui apa saja yang dikonsumsi para objek penelitian. Mayoritas objek penelitian adalah wanita paruh baya, terus dipantau selama kurang lebih lima tahun.

Hasilnya, jumlah konsumsi makanan olahan ultra-processed pada pola makan meningkat 10 persen, maka jumlah kanker yang terdeteksi juga meningkat hingga 12 persen. Meningkatnya konsumsi makanan olahan ini, disimpulkan para peneliti, dapat mendorong peningkatan risiko kanker pada tahun-tahun mendatang. ** Baca juga: Membekukan Makanan di Freezer Tidak Boleh Sembarangan, Lho

Meskipun demikian, para peneliti juga mengatakan bahwa hasil penemuan ini harus dikonfirmasi lagi dengan penelitian lanjutan berskala besar, untuk benar-benar mengungkap kaitan antara makanan olahan dan kanker.(ilj/bbs)