oleh

Sering Digunakan dalam Peperangan, Ada 6 Senjata Kimia yang Sangat Mematikan

Kabar6-Senjata kimia adalah senjata yang memanfaatkan sifat racun senyawa kimia untuk membunuh, melukai, atau melumpuhkan musuh. Penggunaan senjata kimia berbeda dengan senjata konvensional dan senjata nuklir, karena efek merusak senjata kimia terutama bukan disebabkan daya ledaknya.

Menurut Konvensi Senjata Kimia (Chemical Weapons Convention), yang dianggap sebagai senjata kimia adalah penggunaan produk toksik yang dihasilkan oleh organisme hidup, misalnya botulinum, risin, atau saksitoksin.

Senjata kimia diklasifikasikan sebagai senjata pemusnah massal (WMD), meskipun mereka berbeda dari senjata nuklir, senjata biologis, dan senjata radiologis.

Nah, militer memiliki berbagai macam senjata perang, salah satunya adalah senjata kimia. Sejarah mencatat, senjata kimia beberapa kali digunakan untuk memenangkan perang. Melansir Sindonews, ini enam senjata kimia yang sangat mematikan:

1. Sarin
Sarin adalah racun mematikan buatan manusia. Racun tersebut tidak berwarna, tidak berasa, dan tidak berbau. Meskipun diproduksi sebagai cairan, titik uap yang rendah memungkinkan sarin berubah menjadi gas dengan cepat bila terkena lingkungan.

Oleh personel militer, sarin juga dikenal dengan nama GB. Orang yang terkena sarin akan cepat kehilangan kontrol atas fungsi tubuh mereka. Jika tidak diobati penderita akan mengalami koma hingga kematian.

2. Gas klorin
Gas klorin pernah dipakai oleh tentara Jerman selama pertempuran Ypres Kedua di Belgia. Klorin dapat didinginkan menjadi cairan, sehingga dengan mudah disimpan dalam tangki.

Saat ini, gas klorin atau yang bisa juga disebut bertholite sudah jarang dipakai karena ada banyak racun kimia yang lebih mematikan. Pada 2007, gas klorin dipakai dalam pertempuran di Irak yang menyebabkan puluhan orang tewas.

3. Risin
Risin berasal dari tanaman biji jarak (Ricinus Communis) yang juga dibudidayaan sebagai tanaman hias. Tanaman ini juga merupakan sumber minyak jarak yang memiliki manfaat dalam dalam pengobatan, makanan, dan industri. Risin disebut juga sebagai racun yang sangat kuat, bahkan dapat membunuh dalam jumlah sekecil butiran pasir.

4. Gas mustard
Gas Mustard adalah racun kimia yang menyebaban pembakaran parah pada kulit, mata, dan pernapasan. Gas mustard pertama kali dipakai pada Perang Dunia I. Gas tersebut mampu melumpuhkan korbannya secara massal.

Gas mustard umumnya tidak berwarna meskipun mungkin memiliki warna kuning atau hijau samar. Ada yang mengatakan bau gas mustard mirip dengan bau bawang putih, lobak, atau belerang.

5. Agent 15
Agent 15 merupakan persenyawaan 3-quinuclidinyl benzilate atau secara umum biasanya dikenal dengan BZ atau ‘Buzz’. BZ merupakan salah satu racun kimia paling ampuh. Hanya dengan jumlah sangat kecil untuk menghasilkan cacat total pada korbannya.

Butuh waktu satu jam untuk melihat efek yang dihasilkan oleh BZ. Gejala yang terlihat ketika seseorang terkena racun saraf tersebut antara lain kebingungan, tremor, pingsan, halusinasi, dan koma. Zat ini pernah digunakan pada perang Bosnia pada 1995.

6. Phosgene
Hingga hari ini, phosgene dianggap sebagai senjata kimia paling berbahaya di dunia. Phosgene digunakan pertama kali dengan cara dicampur dengan gas klorin pada 19 Desember 1915.

Saat itu, Jerman menjatuhkan 88 ton gas ini ke pasukan Inggris yang mengakibatkan 120 orang tewas dan 1.069 lainnya terluka. Selama digunakan dalam Perang Dunia I, dari seluruh korban senjata kimia, 80 persen diakibatkan gas phosgene ini. ** Baca juga: Tak Disangka, 4 Hal Sepele Ini Ternyata Bisa ‘Membunuh’ Pemiliknya

Mengerikan.(ilj/bbs)

Berita Terbaru