oleh

Seribu Pelajar Istighosah & Doa Untuk Pemilu Damai

Kabar6-Seruan Pemilu damai kiranya tak cuma disosialisasikan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) semata. Seruan serupa juga disuarakan oleh sekitar 1.000 santri dan pelajar di Kota Tangerang, Kamis (27/3/2014).

Kegiatan berwujud Istighosah dan Doa bersama itu diselenggarakan Forum PAC Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) Kota Tangerang di Pondok Pesantren Jabal Nur Cipondoh pimpinan KH. Saiful Millah.

Pelaksanaan Istighosah sendiri dipimpin oleh Ustad Khoirul Fatihin, dari Pondok Pesantren Langitan Jawa Timur.

Tampak hadir dalam acara tersebut, Kasat Binamas Polres Metro Tangerang Kota, Danramil 0506 Tangerang, Perwakilan KPU Kota Tangerang serta perwakilan Panwaslu Kota Tangerang serta pelajar atau santri di Kota Tangerang.

Ketua pelaksana acara, Ahmad Nazir mengatakan bahwa Istighosah dan Doa bersama itu sebagai salah satu usaha batin untuk menjaga situasi Kota Tangerang supaya tetap damai, aman serta sejahtera.

Hal itu mengingat kondisi kehidupan saat ini tengah diselimuti tensi politik tinggi, jelang dua agenda besar pesta demokrasi di Indonesia, yaitu Pemilihan Legislatif (Pileg) dan Pemilihan Presiden (Pilpres).

Ketua GP Ansor Propinsi Banten, H. Ahmad Imron mengatakan, selain Pemilu damai, Istighosah sekaligus Doa bersama juga bertujuan agar Ujian Nasional SMA/SMK yang akan digelar nanti berlangsung lancar.

“Saya berharap dengan Istighosah dan Do’a bersama, Pemilu bisa berjalan lancar dan tidak ada masalah,” ujarnya.

Pada kesempatan itu, Komisioner KPU Nurhalim mengajak para hadirin untuk menciptakan Pemilu yang berkualitas serta bermartabat, dengan berpartisipasi menggunakan hak suaranya pada tanggal 9 April nanti serta menghindari kecurangan-kecurangan dalam proses Pemilu.

Sementara Zainil Miftah, Anggota Panwaslu Kota Tangerang menghimbau agar masyarakat jangan mau dibodohi lagi dengan praktek-praktek politik yang menghalalkan segala cara baik itu politik uang, janji-janji palsu, maupun kampanye hitam. **Baca juga: Garap Pemilih Pemula, KPU Tekan Golput.

“Bila menemukan kejadian-kejadian semacam itu, masyarakat bisa melaporkan kepada petugas Panwaslu di wilayahnya masing-masing,” ujarnya.(tmn/iqmar)

Berita Terbaru