oleh

Seorang Pria di Rusia Nekat Curi Lukisan yang Dipajang dalam Sebuah Pameran

Kabar6-Aksi pria yang satu ini memang ergolong nekat. Bagaimana tidak ia mencuri sebuah lukisan yang sedang dipajang dalam sebuah pameran di Rusia. Hal yang aneh, tidak seorang pun yang menghalangi perbuatannya, bahkan hingga pelaku keluar dari tempat pameran.

Beruntung, aksi pencurian terekam kamera pengawas yang kemudian membantu petugas dalam menangkap pelaku. Aksi pencurian tersebut, melansir MailOnline, terjadi di sebuah pameran yang sedang digelar di Galeri Tretyakov, Moscow. Lukisan yang dicuri adalah lukisan pemandangan Semenanjung Krimea karya Arkhip Kuindzhi pada 1908. Lukisan tersebut diperkirakan bernilai hingga sekira Rp2,5 miliar.

Dalam rekaman video yang dirilis Kementerian Dalam Negeri Rusia, terlihat detik-detik saat pelaku mengambil lukisan yang dipajang di dinding. Aksinya dilakukan di tengah para pengunjung yang tampaknya tidak curiga dengan tindak kriminal pencurian tersebut. Pelaku tampak berjalan dengan santai di antara para pengunjung dan keluar dari aula pameran. Pihak galeri mengkonfirmasi terjadinya aksi pencurian melalui akun Facebook-nya, dengan menampilkan gambar lukisan yang dicuri.

Dalam postingannya pihak galeri menuliskan, “Pihak kepolisian dan otoritas berwenang segera memulai penyelidikan. Setelah insiden ini, langkah-langkah keamanan telah diperkuat untuk pameran Kuindzhi dan di semua lokasi di Galeri Tretyakov.”

Hanya beberapa jam setelah kejadian, pihak kepolisian dapat menangkap tersangka pencuri, seorang pria berusia 31 tahun, yang ditangkap di Zarechye, Moscow Barat Daya. Pelaku pun mengakui perbuatannya, dan menunjukkan lokasi penyimpanan lukisan di sebuah lokasi proyek bangunan di Odintsovo. Berdasarkan hasil penyelidikan awal, pelaku melakukan aksi pencurian sebagai pencuri bayaran. ** Baca juga: Niat Bikin Kejutan, Cincin Tunangan Malah Terjebak dalam Miss V

“Saat ini, kemungkinan kaki tangan pelaku sedang diidentifikasi dan penyelidikan atas kasus kriminal ini sedang berlangsung,” demikian pernyataan Kementerian Dalam Negeri.(ilj/bbs)

Berita Terbaru