oleh

Semenjak Donald Trump Jadi Presiden, Jumlah Wanita di AS yang Gunakan Alat KB Melonjak

Kabar6-Sejak Donald Trump terpilih menjadi Presiden Amerika Serikat (AS), jumlah kaum hawa yang menggunakan alat KB atau kontrasepsi jangka panjang melonjak. Para peneliti meyakini, banyak wanita merasa khawatir dengan rencana Donald Trump yang ingin menghapus program Obamacare.

Diketahui, Obamacare adalah hukum yang menjamin pelayanan kesehatan untuk warga AS. Obamacare atau Undang-undang (UU) Perlindungan Pasien dan Perawatan Terjangkau (Patient Protection and Affordable Care Act/PPACA) ini digagas oleh Barack Obama sewaktu masih menjabat sebagai Presiden AS.

Sementara sejak masa kampanye, melansir MSN, Donald Trump sudah mengatakan hendak menghapus program Obamacare. Pada 2017, presiden Planned Parenthood yang bernama Cecile Richards mengatakan, organisasinya telah menyaksikan lonjakan 900 persen jumlah wanita yang ingin mendapatkan alat kontrasepsi IUD setelah kemenangan Trump. Fakta inilah yang kemudian membuat para peneliti tergelitik untuk menyelidiki lebih lanjut angka pasti soal kenaikan pemasangan IUD tadi.

Mereka lantas melakukan riset dengan cara menganalisis data wanita AS berusia antara 18 dan 45 tahun yang mendaftar asuransi komersial, dan membandingkan data sebulan setelah kemenangan Trump pada 8 November 2016 dengan data sebulan sebelumnya. Mereka juga membandingkan data sebulan pada selang tanggal yang pada 2015 dengan data sebelumnya.

Hasilnya, ditemukan hal menarik terkait kemenangan Trump dan pemasangan alat kontrasepsi ini. Dalam sebulan setelah kemenangan Trump pada 8 November 2016, didapatkan hasil pengolahan data, bahwa jumlah wanita AS yang memasangi tubuhnya dengan alat kontrasepsi jangka panjang (long-acting reversible contraceptive/LARC) meningkat dibanding sebulan sebelumnya, dari 13,4 menjadi 16,3 per 100 ribu wanita. Hasil ini telah dipublikasikan dalam jurnal JAMA Network.

Sementara pada sebulan sebelum dan sesudah 8 November 2015, kenaikannya hanyalah sebesar 12,9 per 100 ribu wanita menjadi 13,7 per 100 ribu wanita.

LARC yang banyak dipasang wanita AS setelah Trump menang pemilu ini adalah semacam alat kontrasepsi berbentuk T (IUD) seukuran uang logam yang ditempatkan di dalam rahim untuk mencegah kehamilan selama 10 tahun. ** Baca juga: Honduras Alami Fenomena Langka dengan Hujan Ikan Mata Buta Tiap Tahun

Para peneliti mengajukan teori bahwa kenaikan pemasangan LARC setelah Trump menang pemilu AS ini adalah karena kaum hawa AS takut Trump bakal menghapus program Obamacare, sebagaimana yang diberitakan banyak media dan laporan sebelumnya. Bila program itu dicabut, para wanita AS nantinya bakal lebih sulit untuk mengakses alat kontrasepsi.(ilj/bbs)

Berita Terbaru