oleh

Seluruh Guru di Tangsel Dihimbau Jangan Gaptek

Kabar6-Perkembangan teknologi informasi terus maju dan berkembang dengan pesat. Seluruh tenaga guru diberbagai tingkatan lembaga pendidikan formal dan non-formal yang dikelola oleh pemerintah dan swasta harus mampu mengimbanginya.

“Teknologi informasi sudah maju berkembang. Kalo ketinggalan akan tergerus,” ungkap Kepala Dinas Pendidikan Kota Tangsel, Mathodah, dalam acara penyerahan sertifikat kepada 771 guru di Bintaro, kemarin.

Ia menguraikan, perkembangan teknologi dalam kegiatan belajar mengajar bisa dilihat dengan penggunaan layar proyektor (in focus) yang terhubung dengan komputer atau notebook.
Dan, seorang guru diharapkan tidak gagap tekhnologi alias gaptek agar dapat mengoperasikannya untuk memberikan mata pelajaran kepada peserta didik melalui layar tersebut.

Apalagi, lanjut Mathodah, Walikota Airin Rachmi Diany telah mencanangkan penggunaan layar proyektor bagi peserta didik akan dimulai tahun ini dan seterusnya, sebagai peningkatan mutu dan kualitas pelayanan.

“Mudah-mudahan akan menambah semangat dan motivasi untuk meningkatkan mutu dan kualitas pendidikan semakin baik di negeri dan swasta. Tingkatkan metode pengajaran karena mau tidak mau harus bisa dengan Memanfaatkan teknologi yang ada,” ujarnya.

Seperti diberitakan kabar6.com sebelumnya, Sebanyak 771 guru di Kota Tangerang Selatan (Dindik) dari ribuan orang yang mengikuti ujian menerima sertifikat. 

Selama proses sertifikasi berlangsung Dinas Pendidikan setempat membebaskan biaya dan diharapkan para tenaga guru profesional ini mampu meningkatkan kompetensinya.

“Mulai dari proses pendaftaran sampai diserahkan sertifikasi ini gratis. Kita tidak memungut biaya,” ungkap Mathodah.

Ia menjelaskan, setelah para guru PNS dan Non-PNS telah menerima sertifikat, tentunya diikuti oleh pemberian tunjangan. Namun, harus disadari oleh para tenaga pengajar tersebut bahwa telah melekat dan harus dijadikan cerminan.

Sebab, dalam sertifikat ini ada kalimat yang menyatakan bahwa setiap penerima adalah sebagai guru profesional. Oleh karena itu kalimat tersebut idealnya diikuti oleh sikap dan prilaku serta metode mengajar keseharian seluruh guru.

“Jangan hanya dinyatakan di sertikat. Saya berharap tidak seperti itu (buruk) di Tangerang Selatan. Sekarang sudah dibuktikan dengan sertifikat dan harus dikuasai sesuai dengan bidangnya,” terangnya.(yud)

Berita Terbaru