Seksualitas Wanita, Antara Mitos & Fakta

Ilustrasi/bbs
Ilustrasi/bbs
Ilustrasi/bbs
Ilustrasi/bbs

Kabar6-Bagaimana pandangan Anda tentang seks? Atau apa saja yang Anda ketahui tentang seks serta hal-hal yang berkaitan dengannya? Bisa jadi apa yang Anda anggap fakta tentang seks ternyata merupakan mitos, demikian pula sebaliknya.

Nah, berikut adalah fakta dan mitos tentang seksualitas wanita, dikutip dari menshealth.co.id:

1. Mitos: Wanita Tiongkok lebih mudah merasa geli (gelian), Miss V wanita Madura lebih rapat.
Faktanya, secara fisik tak ada perbedaan Miss V berdasarkan etnik, atau hubungan antara etnik dengan rasa geli yang dimiliki wanita. Uniknya, ada kecenderungan bahwa wanita penggeli lebih mudah orgasme. Wanita yang gelian lebih peka terhadap rangsangan atau stimuli.

Umumnya zona rangsang mereka lebih banyak sehingga memudahkan Anda untuk melakukan eksplorasi. Tapi bukan berarti wanita yang gelian hanyalah dari etnis Tiongkok lho, karena semua ras etnis pun memiliki potensi untuk itu.

Dan, bukan berarti wanita yang tidak penggeli adalah frigid sehingga Anda harus menjauhinya. Anda tinggal membuka komunikasi dan mencari tahu melalui obrolan atau eksplorasi sisi sensitif si Dia.

Sementara anggapan Miss V yang lebih rapat bisa jadi adalah strategi penjual jamu.

2. Mitos: Miss V kering lebih memuaskan.
Faktanya, bagi wanita Miss V kering selama aktivitas seksual justru membuat rasa sakit dan tidak nyaman. Secara alamiah, Miss V akan mengeluarkan cairan saat terangsang, sehingga mudah untuk penetrasi. Miss V yang kering justru mengindikasikan bahwa wanita belum siap untuk bercinta.

3. Mitos: Mr P berukuran panjang menjamin kepuasan pasangan.
Faktanya, Mr P yang panjang dan besar namun lembek, justru membuat wanita kurang bisa merasakan saat penetrasi. Mr P yang lebar lebih bisa memberi kepuasan, karena dapat menstimuli bagian dinding vagina.

Ada fakta menarik, menurut sejumlah wanita, Mr P yang panjang dan besar terkadang malah menyakitkan. Perut wanita seolah terasa diaduk-aduk ketika proses penetrasi berlangsung.

4. Mitos: Wanita tidak menyukai film porno.
Faktanya, hal itu tergantung tipe wanita dan jenis film apa yang ditontonnya. Wanita tipe konservatif lebih menyukai film-film drama romantis, di mana adegan seksual tidak dilakukan dengan gerakan kasar.

Sementara untuk wanita yang berpikir bebas dan terbuka, film seks paling liar sekalipun bisa dinikmati, bahkan langsung dipraktikkan.

5. Mitos: seks yang sukses harus berakhir dengan orgasme.
Faktanya, menurut seksolog Prof. Dr. dr. Wimpie Pangkahila., Sp.And., F.A.A.C.S., tidak ada masalah jika wanita baru merasakan orgasme setiap 50 kali bercinta dengan Anda.

Hal yang penting bagi wanita bukan hanya orgasme, melainkan kenikmatan yang bisa dirasakan oleh kedua belah pihak dengan atau tanpa orgasme. Proses bercinta tidak harus diakhiri dengan orgasme. Jika terbebani dengan target ini, boleh jadi justru membuat seks Anda dan pasangan terganggu.

6. Mitos: pasangan tidak perawan lagi.
Faktanya, ada tidaknya darah saat bercinta untuk pertama kalinya bukan menjadi jaminan pasangan masih perawan atau tidak. Banyak wanita yang memiliki selaput dara elastis, sehingga dalam beberapa kali bercinta selaput dara belum tentu robek.

Sebaliknya, ada wanita yang belum pernah bercinta namun selaput daranya telah robek, misalnya karena olahraga tertentu, trauma terjatuh, dan sebagainya.

7. Mitos: Posisi seks berdiri membuat pasangan tidak hamil.
Faktanya, tergantung apakah pasangan saat itu sedang dalam kondisi subur atau tidak. Jika sedang subur dan sperma Anda membuahi sel telurnya, dalam posisi apa pun juga pasangan akan hamil. ** Baca juga: Cara Lain Raih Orgasme

Jadi bedakan antara fakta dan mitos ya.(ilj/bbs)