oleh

Sebut Program Akal-akalan, Komisi III Minta Pemkab Lebak Evaluasi Pelatihan Kerja di Disnaker

Kabar6-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak diminta mengevaluasi program pelatihan kerja yang dilaksanakan oleh Dinas Tenaga Kerja (Disnaker).

Wakil Ketua Komisi III DPRD Lebak Acep Dimyati menyebut, pelatihan kerja sebagai program akal-akalan yang menghambur-hamburkan anggaran pemerintah.

“Karena output dari pelatihan yang dilaksanakan dari tahun 2019 enggak jelas. Misalnya tahun 2021, peserta pelatihan ratusan orang tapi yang keterima oleh perusahaan cuma 1 orang, uang APBD enggak sedikit buat pelatihan itu,” kata Acep, Jumat (15/4/2022).

Acep menerangkan pelatihan yang menelan anggaran tak sedikit didasari adanya kerja sama penempatan tenaga kerja antara Disnaker dengan PT Parkland World Indonesia (PWI) Rangkasbitung.

Dalam kerja sama itu disebutkan tenaga kerja yang dipekerjakan untuk perusahaan tersebut sebanyak 600 orang sebagai operator jahit.

“Anggaran itu muncul dasarnya dari MoU itu. Nanti kami panggil lagi PT PWI dengan Disnaker terkait dengan pertanggungjawaban kerja sama itu, karena PWI mengklaim sudah mengakomodir masyarakat yang direkomendasi Disnaker sebanyak 800 orang sementara data dari Disnaker baru 70 orang, nanti kita lihat apakah PWI yang mengabaikan MoU atau memang ada yang enggak beres di Disnaker,” ungkap politisi PKB ini.

Acep sangat menyayangkan Disnaker yang kembali menyelenggarakan pelatihan padahal pada pelatihan sebelumnya hanya sedikit peserta yang diterima oleh perusahaan.

“Ngapain gitu loh, kalau memang mau kerja sama tinggal buka aja data lalu panggil siapa-siapa yang pernah ikut pelatihan terus kirim ke perusahaan. Yang sebelumnya aja belum keterima terus mengadakan lagi pelatihan 3 hari, sudah selesai seolah-olah kewajiban Disnaker tapi enggak memikirkan ouputnya manfaatnya seperti apa, ini kan kayak program akal-akalan,” papar Acep.

Kata dia, Komisi III minta bupati mengambil tindakan tegas terhadap dinas-dinas yang menghamburkan anggaran dengan program yang tak jelas.

“Harus dievaluasi dong, sudah jelas itu program enggak efektif, akal-akalan tapi terus dianggarkan,” tegas Acep.

**Baca juga: Usulan Kenaikan Dana Parpol di Lebak Dianggap Wajar, PKB: Pas-pasan

Sementara itu, Direktur PT PWI Rangkasbitung Ade Rosim belum bisa dimintai tanggapan terkait hal itu. Sampai saat ini juga belum ada penjelasan dari Disnaker Lebak

“Maaf saya lagi musyawarah dengan keluarga,” kata Ade Singkat.(Nda)