Sebuah Restoran Dituntut Seorang Pelanggan Karena Alami Sindrom Nasi Goreng

kabar6.com
Ilustrasi/bbs

Kabar6-Germaine Mobley (62) melaporkan sebuah restoran bernama Asian King Buffett yang terletak di Waxahachie, Texas, kepada polisi karena menderita Fried Rice Syndrome atau Sindrom Nasi Goreng, setelah bersantap di restoran prasmanan lokal tersebut.

Mobley yang merupakan pelanggan tetap restoran tadi, melansir Dailymail, menyantap makan nasi goreng bersama seorang temannya. “Semuanya terasa baik-baik saja. Setelah kami makan, saya mulai merasa tidak enak saat berada di perjalanan pulang ke rumah,” katanya. Kondisi kesehatan Mobley menurun drastist sesampainya di rumah.

“Saya mulai muntah-muntah. Keesokan paginya saya kesulitan bernapas, lalu suami saya menelepon ambulans,” ujarnya.

Dalam dokumen pengadilan disebutkan, gejala-gejala tersebut disebabkan nasi goreng yang dicurigai telah terkontaminasi bakteri Bacillus cereus, bakteri yang memproduksi racun dan umumnya terdapat pada makanan yang didiamkan terlalu lama di suhu ruang.

Menurut Food and Drug Administration (FDA), bakteri itu juga umum terdapat di dalam nasi goreng, sehingga mereka yang terkena infeksi bakteri itu disebut menderita Sindrom Nasi Goreng.

Dijelaskan Departemen Kesehatan dan Layanan Masyarakat AS, infeksi bakteri itu cenderung berlangsung hingga 24 jam. Mobley sendiri mengklaim dirinya dirawat di ICU selama delapan hari dan dua hari di antaranya ia bahkan membutuhkan ventilator untuk membuatnya tetap bertahan hidup.

“Sindrom Nasi Goreng terdengar seperti lelucon, tapi itu sangat serius,” kata Kathryn Knotts, pengacara Mobley. Ditambahkan, “Mereka (Asian King) tidak menjaga makanan mereka di suhu yang tepat atau membiarkannya berada di suhu ruang dalam waktu yang lama.”

Diakui Mobley, ia sempat tidak bisa berjalan selama satu minggu setelah keluar dari rumah sakit, sehingga dipaksa melakukan rehabilitasi selama tiga bulan. “Saya tak pernah bermimpi bisa sakit karena makan di luar rumah. Sekarang saya tidak akan makan nasi prasmanan lagi di mana pun,” katanya lagi. ** Baca juga: Percobaan Pembunuhan Aneh yang Pernah Tercatat dalam Sejarah

Sementara itu pihak restoran menyangkal bahwa mereka melakukan kesalahan dalam menyimpan makanan, dan menyediakan bukti-bukti pendukungnya. “Anda mengambil risiko sakit saat makan nasi prasmanan. Anda bisa jadi korban selanjutnya,” demikian keterangan dari pihak restoran.(ilj/bbs)